Pede IPO-kan Dua Perusahaan Lagi di Kuartal IV 2024, Ini Alasan Hermanto Tanoko!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Tancorp Group, yang dimiliki oleh Hermanto Tanoko, terus memperluas portofolio perusahaannya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tercatat, sudah delapan perusahaan dalam grup ini...
Ia menambahkan, perusahaan yang ada dalam pipeline IPO tersebut berasal dari dua sektor yang berbeda. โSektornya yang satu edukasi, yang satu ya termasuk di bahan bangunan,โ imbuhnya.
Ketika ditanya apakah perusahaan edukasi tersebut merupakan startup, Hermanto dengan tegas membantahnya. โEnggak-enggak. Ini sudah make money semua nih. Sudah untung, saya enggak masuk kalau masih rugi," tegasnya.
Hermanto menyebutkan bahwa perseroan berencana melepas sekitar 15-20% saham dari modal dasar dan ditempatkan masing-masing perusahaan tersebut. "Sesuai dengan peraturan bursa," jelasnya.
Kendati begitu, ia belum mau mengungkapkan lebih detail terkait rencana go public dua Perusahaan ini. Seperti target penggalangan dana dan nilai aset masing-masing perusahaan. "Saya gak bisa beri tahu terlalu detail ya, ini kan masih digodok. Tapi, kan sudah saya kasih tahu, minimal ada dua nanti tahun ini,โungkap Hermanto.
Ia juga mengaku belum menyampaikan keinginannya ini kepada BEI. Pasalnya, rencana membawa dua Perusahaan dalam Tancorp Group tersebut melantai di Bursa baru akan direalisasikan pada kuartal IV 2024.
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini