Stockwatch.id Versi penuh
Market

FORE Buka Peluang Bagi Dividen Tahun Depan, Tunggu Saldo Laba Positif

Oleh Daiz La Ode 05 Aug 2026 15:52 3 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) membuka peluang membagikan dividen kepada pemegang saham pada tahun depan. Namun, realisasi pembagian dividen masih bergantung pada kondisi saldo laba ditahan (retained earnings) dan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Director of Strategy & Corporate Development PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Mohammad Fahmi Rachmattulah, mengatakan perseroan telah memiliki komitmen untuk membagikan dividen setelah saldo laba ditahan berubah positif.

"Jawabannya komitmennya itu ada. Kita kemarin itu kan saat IPO kan nanti setelah kita retained earning-nya positif, itu possible dilakukan pembagian dividen. Tapi nanti itu subject untuk RUPS segala macam," ujar Fahmi di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Saat ini, lanjut Fahmi, saldo laba ditahan Perseroan masih negatif sehingga belum memungkinkan untuk menetapkan pembagian dividen.

"Tapi karena today, jawabannya karena retained earning-nya masih negatif, kita belum bisa memutuskan bagi dividen gitu. Sampai ini positif dulu. Dan hopefully kalau sesuai lancar kayak gini, tahun depan sudah positif harusnya," katanya.

Di sisi lain, FORE tetap melanjutkan ekspansi bisnis dengan mengandalkan pendanaan internal. Perseroan juga masih memiliki fasilitas perbankan yang belum digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Internal. Kan satu, proses IPO-nya belum habis. Kedua, memang company-nya make money. Jadi kita pakai untuk putar buka toko. Sama kita juga ada beberapa facility dari bank yang belum kepakai gitu. Jadi kalau one day dibutuhkan, ya mungkin kita bisa pakai," ujar Fahmi.

Untuk bisnis kopi, FORE saat ini mengoperasikan sekitar 180 gerai. Perseroan menargetkan penambahan sekitar 100 gerai setiap tahun hingga 2029, termasuk pengembangan gerai kopi dan donat.

Menurut Fahmi, kebutuhan belanja modal (capital expenditure/CAPEX) rata-rata mencapai sekitar Rp2 miliar per gerai. Nilai tersebut dapat meningkat menjadi sekitar Rp2,2 miliar hingga Rp2,5 miliar untuk gerai donat.

"Outlet today itu 180 yang kopinya doang. Setahun simpelnya ya, buat saja nambahnya itu 100. Jadi donat plus kopi itu 100 simpelnya gitu, sampai tahun 2029. Kebutuhan CAPEX itu per toko on average itu 2 miliar," kata Fahmi.

Perseroan juga tetap memfokuskan ekspansi di Indonesia meski telah memiliki lima gerai di Singapura. Penambahan gerai di negara tersebut dilakukan secara selektif karena tingginya biaya sewa dan tenaga kerja.

"Fokusnya pun di Fore itu di Indonesia. Kalau mau buka, kita beberapa tahun ke depan itu very clear kita bukanya di Indonesia dulu," ujar Fahmi.

Selain memperluas jaringan gerai kopi, FORE juga mengembangkan bisnis donat. Tahun ini, Perseroan membangun pabrik pengolahan dough di kawasan Taman Tekno BSD dengan nilai investasi sekitar Rp15 miliar.

Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Agustus atau awal September 2026. Kehadirannya diharapkan mendukung ekspansi bisnis donat ke berbagai kota melalui distribusi frozen dough.

"Tujuannya tuh biar kita bisa ekspansi ke luar kota. Dengan adanya si pabrik dough ini, kita bisa kirim itu frozen dough," kata Fahmi.

Untuk tahun ini, ekspansi gerai donat difokuskan di pusat perbelanjaan wilayah Jabodetabek dengan target mencapai 25 hingga 30 gerai. Setelah pabrik beroperasi, Perseroan mulai mempertimbangkan ekspansi ke kota-kota lain seperti Medan, Semarang, dan Yogyakarta, dengan prioritas masih di Pulau Jawa.


Fahmi juga mengatakan kontribusi bisnis donat terhadap total pendapatan Perseroan hingga akhir tahun diperkirakan masih di bawah 5% karena pengembangan bisnis masih berada pada tahap awal.


 


Topik terkait
Saham FORE dividen FORE Fore Kopi Indonesia kinerja emiten kopi ekspansi bisnis FORE