Pemerintah Siap Pangkas Produksi Batu Bara 2026, UNTR Buka Suara soal Dampaknya

STOCKWATCH.ID (LAMPUNG) - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana menurunkan target produksi batu bara pada 2026. Produksi diperkirakan turun ke bawah 700 juta ton. Lan...

Pemerintah Siap Pangkas Produksi Batu Bara 2026, UNTR Buka Suara soal Dampaknya
Bacakan Artikel

Pemerintah menegaskan penurunan produksi perlu dilakukan hati-hati. Pengurangan yang terlalu agresif berisiko menekan penerimaan negara dan pasokan energi domestik. Kajian terkait target akhir dan mekanisme pengendalian produksi 2026 masih berjalan. Hasil final akan diumumkan setelah pembahasan teknis selesai.

PT United Tractors Tbk (UNTR) ikut menanggapi rencana tersebut. Corporate Secretary UNTR Ari Setiawan menyampaikan perusahaan akan menganalisis dampaknya. Ia menyebut klien perusahaan biasanya menyesuaikan operasi saat pasar berubah. โ€œKlien perusahaan (seperti dalam jasa pertambangan Pama) biasanya melakukan efisiensi dengan menyesuaikan stripping ratio atau overburden,โ€ ujarnya, di Lampung, ditulis Sabtu (22/11/2025).

Ari menegaskan outlook produksi klien untuk tahun depan masih positif. Ia menambahkan, โ€œOutlook produksi batu bara untuk tahun depan ditargetkan tetap stabil atau sedikit meningkat sekitar 5%.โ€ UNTR juga melihat peluang dari sektor lain. โ€œSelain itu, ada potensi peningkatan dari kontrak jasa pertambangan dengan Vale untuk produksi nikel,โ€ katanya.

UNTR sendiri menargetkan produksi dari tambang PT Tuah Turangga Agung (TTA) mencapai 15 juta ton pada 2026. Jika ditambah bisnis coal trading dari pihak ketiga, total produksi dan penjualan UNTR diproyeksikan menyentuh 18,8 juta ton tahun depan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2