back to top

Pendapatan Bakrieland Development (ELTY) Naik 16%, Rugi Bersih Susut 58,7% pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat perbaikan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025. Pendapatan Perseroan meningkat, sementara rugi bersih menyusut signifikan dibandingkan tahun 2024.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang berakhir 31 Desember 2025 dikutip Selasa (17/3/2026), ELTY membukukan rugi bersih sebesar Rp42,08 miliar pada 2025. Angka ini turun 58,7% dibandingkan rugi bersih Rp101,95 miliar pada tahun 2024.

Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp16,70 miliar pada 2025. Nilai tersebut jauh lebih kecil dibandingkan rugi Rp68,53 miliar pada 2024 atau turun sekitar 75,6% secara tahunan (year on year/yoy).

Perbaikan kinerja ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan Perseroan sepanjang tahun lalu. Pendapatan neto ELTY mencapai Rp1,43 triliun pada 2025. Angka ini meningkat 16,24% dibandingkan pendapatan Rp1,23 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan perusahaan berasal dari sejumlah lini bisnis. Kontributor utamanya meliputi penjualan tanah, rumah, apartemen, kondotel, serta ruang perkantoran. Selain itu, pendapatan juga diperoleh dari sewa dan pengelolaan properti, bisnis hotel dan makanan minuman, taman hiburan, serta usaha lainnya.

Dalam laporan segmen usaha, kontribusi terbesar berasal dari divisi sewa dan pengelolaan ruang perkantoran serta fasilitas komersial yang mencapai Rp900,53 miliar. Disusul bisnis hotel, makanan dan minuman sebesar Rp272,88 miliar serta penjualan properti Rp192,12 miliar.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan ELTY juga naik 16,28% menjadi Rp940,08 miliar pada 2025 dari Rp808,43 miliar pada 2024. Namun, laba bruto Perseroan tetap tumbuh 16,14% menjadi Rp485,86 miliar dibanding Rp418,31 miliar pada 2024.

Kinerja ELTY sepanjang 2025 juga ditopang oleh laba atas pembelian diskon sebesar Rp12,10 miliar. Keuntungan ini timbul dari proses akuisisi PT Gili Tirta Anugerah (GTA) oleh anak usaha Perseroan.

Dari sisi biaya operasional, beban penjualan tercatat Rp27,68 miliar pada 2025, naik dari Rp20,34 miliar pada 2024. Sementara beban umum dan administrasi turun tipis menjadi Rp301,87 miliar dari Rp304,19 miliar. Beban bunga dan keuangan neto juga berhasil ditekan menjadi Rp93,61 miliar dari sebelumnya Rp94,45 miliar. Adapun bagian rugi dari entitas asosiasi Rp46,57 miliar sepanjang 2025.

Dari sisi neraca, ELTY memiliki total aset sebesar Rp8,64 triliun per Desember 2025. Jumlah ini menurun 1,19% dari Rp8,74 triliun pada akhir 2024.

Total liabilitas Perseroan juga turun 3% menjadi Rp2,64 triliun dari Rp2,72 triliun. Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar Rp6,00 triliun, sedikit terkoreksi dari Rp6,02 triliun pada tahun sebelumnya.

Hingga akhir 2025, struktur pemegang saham ELTY terdiri atas KPD Simas Equity Fund 2 sebesar 5,35% dan Interventures Capital Pte. Ltd. 5,12%. Sisanya, sebesar 89,53% saham dimiliki oleh masyarakat. Perseroan juga mencatatkan rugi per saham dasar sebesar Rp0,97, membaik dari rugi Rp2,34 per saham pada 2024.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rugi Bersih HOPE Menyusut 21,82% pada 2025, Pendapatan Melonjak 107%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE)...

Laba Vale Indonesia (INCO) Melonjak 31,68% jadi USD 76,06 Juta Sepanjang 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencetak...

BNI Tambah Kredit Rp10 Triliun ke Pegadaian, Total Pembiayaan Tembus Rp25,1 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru