Pendapatan dan Laba BHIT Kompak Turun di Semester I 2026, Ini Penyebabnya

Pendapatan dan Laba BHIT Kompak Turun di Semester I 2026, Ini Penyebabnya
Bacakan Artikel

Selain itu, rugi lain-lain bersih Perseroan membengkak 684% menjadi Rp102,47 miliar pada semester I 2026, dari dari Rp13,06 miliar pada semester I 2025. Kondisi tersebut menyebabkan laba sebelum pajak anjlok 48,70% menjadi Rp377,18 miliar pada semester I 2026 dibandingkan Rp735,25 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan memperoleh manfaat pajak bersih sebesar Rp41,24 miliar. Pada semester I 2025, perusahaan masih membukukan beban pajak bersih Rp44,76 miliar.

Laba bersih periode berjalan BHIT  tercatat Rp418,42 miliar hingga akhir Juni 2026. Angka ini tergerus 39,40% dibandingkan laba bersih semester I 2025 yang mencapai Rp690,49 miliar.

Dari total laba bersih tersebut, sebesar Rp91,56 miliar diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sementara Rp326,86 miliar menjadi bagian kepentingan nonpengendali. Laba per saham dasar Perseroan turun menjadi Rp1,10 per saham dari Rp2,31 per saham pada semester I 2025.

Dari sisi neraca keuangan, total asset BHIT per Juni 2026 sebesar Rp71,50 triliun, turun 3,02% dari Rp73,73 triliun per Desember 2025, Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Juni 2026, masing-maisng sebesar Rp32,57 triliun  dan Rp38,93 triliun.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: