KIJA Rugi Rp6,4 Miliar pada Semester I 2026, Ini Penyebab Utamanya

KIJA Rugi Rp6,4 Miliar pada Semester I 2026, Ini Penyebab Utamanya
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan rugi bersih sebesar Rp6,4 miliar pada semester I-2026.
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan rugi bersih sebesar Rp6,4 miliar pada semester I-2026. Padahal, secara operasional perseroan masih mencatat laba. Kerugian tersebut dipicu beban non-operasional yang bersifat satu kali (one-off) akibat refinancing Senior Notes menjadi pinjaman bank.


 


Budianto Liman, Wakil Direktur Utama KIJA, mengemukakan, KIJA mencatat pendapatan sebesar Rp2,44 triliun per 30 Juni 2026, turun 11% dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp2,73 triliun. Sementara itu, laba operasional tercatat Rp524 miliar, lebih rendah dari Rp822,8 miliar pada semester I-2025.


 


Budianto menjelaskan, rugi bersih terutama berasal dari biaya refinancing Senior Notes berdenominasi Dolar AS menjadi fasilitas pinjaman bank dalam mata uang rupiah. Beban tersebut meliputi rugi selisih kurs, penghentian instrumen lindung nilai (hedging), serta percepatan amortisasi Senior Notes yang jatuh tempo pada 2027.


 


Menurut Budianto, langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan, memperpanjang jatuh tempo utang hingga 15 tahun, mengurangi risiko nilai tukar, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan Perseroan.


 

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: