back to top

Pendapatan dan Laba Sari Roti Kompak Turun pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) atau disebut Sari Roti mencatat pendapatan sebesar Rp3,758 miliar pada 2025. Angka ini turun sekitar 4,4% dari tahun 2024 sebesar Rp3,932 triliun. Kontribusi terbesar terhadap pendapatan diberikan oleh produk roti tawar dan roti manis.

Dalam laporan keuangan ROTI per Desember 2025 yang diumumkan, Senin (16/3/2026), terungkap, beban pokok penjualan tahun 2025 sedikit mengalami penurunan sekitar 1,2% jika dibandingkan tahun 2024. Kontribusi terbesar pada beban pokok penjualan bersumber dari biaya untuk bahan baku dan kemasan yang digunakan.

Sementara beban usaha ROTI pada 2025 tercatat sebesar Rp1,713 triliun, turun 0,1% dari tahun 2024. Sebesar 78,7% beban usaha berasal dari beban penjualan yang mencapai Rp1,348 triliun dan sekitar 21,3% merupakan beban umum dan administrasi. Jika dibandingkan dengan tahun 2024, beban penjualan tahun 2025 mengalami penurunan sekitar 1%. Sementara itu, beban umum dan administrasi tahun 2025 naik sekitar 3,4%.

Menurut manajemen ROTI, hingga akhir tahun 2025, Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2025 sebesar Rp259 miliar. Hasil ini turun sekitar 28,7% dari tahun 2024 sebesar Rp363 miliar.

Pada tahun 2026, ROTI akan senantiasa mengembangkan usaha dengan “Growth BEYOND Bread” atau tumbuh melampaui bisnis roti didukung enam unit usaha yakni Sari Roti, Sari Kue, Sari Choco, Indosari Food Solutions, Distribusi, dan Retail untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan serta meningkatkan keunggulan Perseroan di masa mendatang.

Sementara itu, aset lancar ROTI di tahun 2025 mengalami penurunan sekitar 7,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi Rp969 miliar. Hal ini sejalan dengan penurunan kas dan setara kas Perseroan. Aset tidak lancar turun sekitar 4,9% menjadi Rp2,569 triliun. Sehingga total aset pada tahun 2025 menjadi Rp3,538 triliun.

Total liabilitas tahun 2025 naik sekitar 3,8% menjadi Rp1,493 triliun. Liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sekitar 15,4%, salah satunya dikarenakan pinjaman bank jangka pendek untuk mendukung kegiatan usaha. Sementara itu liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sekitar 4,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun total ekuitas Perseroan hingga akhir tahun 2025 tercatat sebesar Rp2,045 triliun, turun dibandingkan dengan total ekuitas tahun 2024 yang dibukukan sebesar Rp2,308 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Waspada Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Soal Penipuan Modus File .APK

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menjelang periode libur Lebaran, aktivitas komunikasi...

Laba Summarecon Agung Anjlok 44,18% Jadi Rp766,55 Miliar di 2025, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) membukukan laba...

Tembus Amerika hingga Eropa, Penjualan Luar Negeri Kerek Laba SMSM Jadi Rp1,12 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mencetak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru