Pendapatan MAPA Tembus Rp10,1 Triliun, Laba Bersih Melejit 32% di Semester I 2026
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja pada semester I 2026. Perusahaan yang bergerak di segmen sports, kids, dan leisure ini membukuk...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja pada semester I 2026. Perusahaan yang bergerak di segmen sports, kids, dan leisure ini membukukan kenaikan pendapatan dan laba dua digit di tengah dinamika pasar.
Pada enam bulan pertama 2026, MAPA mencatat pendapatan bersih sebesar Rp10,1 triliun atau meningkat 15,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. Laba kotor mencapai Rp4,8 triliun.
Kinerja operasional juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Laba usaha naik 25,6% menjadi Rp1,2 triliun, sedangkan EBITDA mencapai Rp2 triliun. Sementara itu, laba bersih semester I 2026 melejit 32% menjadi Rp865 miliar.
Pertumbuhan juga berlanjut pada kuartal II 2026. MAPA membukukan pendapatan bersih Rp5,2 triliun atau naik 15,5% dibanding periode yang sama 2025. Laba kotor kuartal II 2026 tercatat Rp2,4 triliun. Laba usaha meningkat 22,4% menjadi Rp595 miliar, dengan EBITDA mencapai Rp1 triliun. Adapun laba bersih pada kuartal II 2026 tumbuh 23,9% menjadi Rp392 miliar.
Ratih D. Gianda VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAPA Group, dalamketerangan, Rabu 29 Juli 2026, mengatakan kinerja kuartal II mencerminkan kekuatan portofolio bisnis MAPA dalam menghadapi perubahan kondisi pasar.
“Kinerja kami pada kuartal kedua mencerminkan kekuatan portofolio MAPA dalam menghadapi dinamika pasar. Setelah aktivitas pelanggan mengalami normalisasi pasca-Lebaran pada bulan April, customer traffic kembali meningkat pada bulan Mei, didukung oleh rangkaian hari libur nasional. Momentum tersebut berlanjut hingga bulan Juni seiring dengan periode libur sekolah, sehingga mendukung kinerja positif Perusahaan sepanjang kuartal,” ujar Ratih.
Menurut Ratih, perseroan terus menjalankan strategi ekspansi dengan tetap menjaga efisiensi operasional. Langkah tersebut dilakukan melalui pengelolaan persediaan dan biaya secara disiplin. Selain itu, MAPA juga memperkuat kapabilitas omnichannel guna meningkatkan pengalaman berbelanja pelanggan, baik melalui platform online maupun offline.
Ratih menambahkan, perseroan tetap mencermati berbagai tantangan global yang berpotensi memengaruhi kinerja usaha. “Kami akan tetap memperhatikan situasi global, termasuk ketegangan geopolitik, tekanan biaya, dan volatilitas nilai tukar. Dalam menghadapi kondisi tersebut, fokus kami adalah menerapkan pendekatan yang disiplin dan penuh kehati-hatian dengan memprioritaskan brand, kategori, serta peluang yang memiliki potensi terbaik,” katanya.
Dia melanjutkan, “Kami juga meyakini bahwa model bisnis kami yang terintegrasi memberikan fondasi yang solid untuk mendukung pertumbuhan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan,” ungkapnya.