STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pendapatan bersih emiten pembiayaan, PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) naik 4,5% menjadi Rp15,30 miliar pada 2025, dari Rp14,64 miliar pada tahun 2024.
Mayoritas pendapatan Perseroan tahun lalu berasal dari pembiayaan yakni sebesar Rp8,04 miliar atau 52,31% dari total pendapatan. Sedangkan pendapatan bunga dan pendapatan lain-lain menyumbang, masing-masing sebesar Rp3,14 miliar dan Rp4,15 miliar sepanjang tahun 2025.
Meski pendapatan naik, laba emiten pembiayaan beraset Rp188,89 miliar per Desember 2025 itu turun 24,32% menjadi Rp8,35 miliar (Rp6,42 per saham) pada 2025, dari Rp11,03 miliar (Rp8,49 per saham) pada tahun 2024.
Penurunan laba di tengah kenaikan pendapatan FUJI, menurut laporan keuangan Desember 2025 yang dipublikasikan, Rabu 11 Februari 2026, disebabkan antara lain oleh peningkatan beban yang lebih tinggi dari pendapatan yakni sebesar 340% menjadi Rp5,54 miliar pada 2025, dari Rp1,26 pada tahun 2024.
Lonjakan beban tersebut menyebabkan laba sebelum pajak Perseroan anjlok 27,12% jadi Rp9,75 miliar pada 2025 dibanding Rp13,38 miliar tahun 2024.
Di Bursa Efek Indonesia, saham FUJI tercatat di Rp468 per unit pada perdagangan, Rabu 11 Februari 2026, turun 2,90% dibanding sehari sebelumnya. Selama perdagangan sepekan, harga saham FUJI telah turun sebesar 13,15%, dari posisi Rp555 per saham menjadi Rp482 per saham pada 10 Februari 2026. (konrad)
