STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) melaba Rp367,57 miliar (Rp190,98 per saham) pada semester I 2023, turun 54,58% jika dibandingkan Rp809,31 miliar (Rp420,49 per saham) pada periode sama 2022.
Seperti tergambar dalam laporan keuangan per Juni 2023 yang diumumkan Jumat (28/7), pendapatan emiten perkebunan kelapa sawit dan produsen mintak sawit mentah (CPO) itu merosot 14,35% jadi Rp9,39 triliun pada semester I 2023, dari Rp10,96 triliun pada semester I 2022.
Penurunan pendapatan AALI pada semester I 2023 antara lain diasebabkan oleh merosotnya penjualan minyak sawit mentah dan turunannya sebesar 9,09%, dari Rp29,2 triliun pada semester I 2022 jadi Rp8,65 triliun semester I 2023. Penjualan inti sawait dan turunannya juga anjlok 50% jadi Rp698 miliar dari Rp1,4 triliun.
Penurunan pendapatan disertai berkurangnya, beban pokok pendapatan (BPP) AALI sebesar 8,53%, jadi Rp8,36 triliun pada semester I 2023, dari Rp9,14 triliun pada periode sama 2022. Namun, laba kotor AALI anjlok 43,56% menjadi Rp1,02 triliun pada semester I 2023, dari Rp1,82 triliun pada semester I 2022.
Pada perdagangan sesi I di BEI, Jumat (28/7) harga AALI sebesar Rp7.725, turun 3,43% dibanding, Kamis (27/7) Rp8.000. Pada periode 30 Desember 2022 sampai dengan 27 Juli 2023, harga saham emiten kelapa sawit itu turun 5,88%.
