Senin, Januari 19, 2026
29.5 C
Jakarta

Pendapatan Turun jadi Rp1,12 Triliun, Manajemen RMK Energy Buka-bukaan Strategi Pemulihan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — Manajemen PT RMK Energy Tbk (RMKE) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini merespons pertanyaan bursa terkait penurunan kinerja keuangan perseroan per 30 September 2025.

Pendapatan RMKE tercatat turun menjadi Rp 1,12 triliun pada periode tersebut. Angka ini menyusut dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,75 triliun.

Sekretaris Perusahaan RMK Energy, Muhtar, mengungkapkan penyebab utama penurunan ini. Ia menyebut kondisi pasar global menjadi faktor penekan utama.

“Penurunan terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari Penjualan Batubara pada semester pertama Tahun 2025 akibat dari penurunan harga Batubara dan menurunnya permintaan Batubara dari China akibat dari ketidakjelasan perekonomian global dikarenakan isu perang dagang,” jelas Muhtar dalam keterbukaan informasi, Jumat (16/1/2026).

Meski demikian, manajemen telah menyiapkan strategi perbaikan. Perseroan akan fokus meningkatkan porsi penjualan di pasar domestik. Penjualan diklaim sudah kembali normal pada kuartal keempat 2025 dan meningkat di awal 2026.

Selain itu, RMKE juga menggenjot volume angkutan batubara melalui jasa hauling. Jalan hauling perseroan kini telah terhubung dengan beberapa tambang seperti WSL, DBU, dan MME.

“Melakukan peningkatan kualitas jalan hauling Perseroan melalui penerapan lapisan chipseal guna meningkatan efisiensi operasional dan kapasitas angkut,” tambah Muhtar.

Bursa juga menyoroti arus kas operasional RMKE. Posisi kas berbalik dari surplus Rp 159 miliar menjadi defisit Rp 65 miliar.

Muhtar menjelaskan kondisi ini terjadi karena adanya peningkatan persediaan dan piutang usaha. Pembayaran pembelian batubara dilakukan di kuartal ketiga, sementara penerimaan penjualan baru masuk di kuartal keempat.

Terkait kenaikan persediaan dari Rp 32 miliar menjadi Rp 105 miliar, manajemen menyebut hal ini wajar. Peningkatan juga terjadi pada uang muka kontraktor yang mencapai Rp 186,68 miliar. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan jalan guna efisiensi jangka panjang.

Di sisi lain, pergerakan harga saham RMKE yang signifikan belakangan ini turut menjadi perhatian. Manajemen mengaku tidak mengetahui adanya informasi khusus yang memicu lonjakan tersebut.

“Perseroan mencermati adanya kenaikan harga saham yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga saat ini, kami belum menemukan adanya informasi material internal yang dapat menjadi pemicu langsung atas pergerakan tersebut,” tegas Muhtar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kantongi Rp2,5 Triliun, Bank Neo Commerce (BBYB) Habiskan Dana Rights Issue untuk Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)...

Ganti Nama Jadi Tabungan BTN Pos, BTN Incar Dana Murah Rp 5 Triliun

STOCKWATCH.ID (BANDUNG) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru