Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Semester I 2026?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencetak pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 11% menjadi Rp41,86 triliun pada semester I 2026. Padahal pada periode yang s...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencetak pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 11% menjadi Rp41,86 triliun pada semester I 2026. Padahal pada periode yang sama tahun 2025, penjualan Perseroan tercatat sebesar Rp37,60 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026 yang dirilis Jumat, 31 Juli 2026, pertumbuhan ini didorong oleh kinerja seluruh segmen operasional. Divisi Mi Instan tetap menjadi kontributor utama dengan nilai penjualan kepada pelanggan eksternal mencapai Rp30,31 triliun.
Selanjutnya, divisi Dairy menyumbang Rp5,57 triliun. Divisi Makanan Ringan berkontribusi Rp2,42 triliun. Adapun divisi Penyedap Makanan, Nutrisi & Makanan Khusus, serta Minuman masing-masing memberikan kontribusi sebesar Rp2,06 triliun, Rp750,40 miliar, dan Rp742,92 miliar.
Meski penjualan melonjak, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru merosot. ICBP membukukan laba bersih Rp3,70 triliun pada paruh pertama 2026. Angka ini turun 33% dibandingkan Rp5,54 triliun pada semester I 2025.
Penurunan laba bersih ini dipicu oleh lonjakan beban keuangan yang sangat signifikan. Beban keuangan Perseroan meroket menjadi Rp4,09 triliun dari sebelumnya Rp1,29 triliun. Hal ini terutama disebabkan oleh rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pembiayaan akibat melemahnya nilai tukar Rupiah.
Namun, kinerja operasional ICBP sebenarnya masih menunjukkan pertumbuhan. Laba usaha Perseroan naik 8% menjadi Rp9,15 triliun dari Rp8,48 triliun. Marjin laba usaha juga terjaga sehat di level 21,9%.
Indikator lain yang menunjukkan kekuatan bisnis inti adalah core profit. Laba inti ICBP tumbuh 1% menjadi Rp5,40 triliun, dari Rp5,37 triliun pada tahun sebelumnya.
Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, menjelaskan kondisi pasar saat ini. "ICBP membukukan kinerja yang positif di paruh pertama tahun 2026 meski dihadapkan pada situasi pasar yang semakin dinamis. Di tengah situasi pasar yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap waspada," ujarnya di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Anthoni menambahkan langkah strategis ke depan. "Kami akan terus menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar serta mengelola biaya secara efektif dan efisien untuk menjaga profitabilitas dan arus kas," tuturnya.
Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan naik menjadi Rp27,50 triliun dari Rp24,48 triliun. Beban penjualan dan distribusi juga meningkat menjadi Rp4,50 triliun. Sementara beban umum dan administrasi naik menjadi Rp1,59 triliun.
Kekuatan neraca keuangan ICBP tetap solid. Total aset Perseroan per 30 Juni 2026 mencapai Rp143,99 triliun. Angka ini tumbuh sekitar 6,23% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yang sebesar Rp135,54 triliun.
Jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp68,71 triliun, naik dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp61,86 triliun. Sementara itu, total ekuitas Perseroan meningkat menjadi Rp75,27 triliun dari Rp73,68 triliun pada Desember 2025.