Stockwatch.id Versi penuh
Financial

Penjualan Melorot 30%, Sepeda Bersama Indonesia (BIKE) Rugi Rp33,29 Miliar Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) mencatatkan kinerja negatif pada paruh pertama tahun ini. Emiten perdagangan besar alat transportasi ini menderita rugi bersih sebesar...

Oleh Daiz La Ode 31 Jul 2026 09:35 3 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) mencatatkan kinerja negatif pada paruh pertama tahun ini. Emiten perdagangan besar alat transportasi ini menderita rugi bersih sebesar Rp33,29 miliar pada semester I 2026.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Saat itu, Perseroan masih berhasil membukukan laba bersih periode berjalan senilai Rp6,54 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 Juni 2026 yang dipublikasikan, penurunan kinerja ini dipicu oleh anjloknya pendapatan. Penjualan neto BIKE melorot 30,27% menjadi Rp121,16 miliar pada semester I 2026, dari Rp173,76 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan BIKE didominasi oleh produk sepeda yang menyumbang total Rp111,46 miliar atau sekitar 92% dari total pendapatan. Selain itu, penjualan sepeda motor listrik berkontribusi Rp6,69 miliar, diikuti produk kereta dorong bayi Rp395,56 juta, dan pendapatan lain-lain sebesar Rp2,62 miliar.

Menariknya, beban pokok penjualan Perseroan justru lebih besar daripada nilai penjualannya. BIKE mencatatkan beban pokok penjualan sebesar Rp133,98 miliar pada semester I 2026. Alhasil, Perseroan mengalami rugi kotor Rp12,81 miliar. Ini berbanding terbalik dengan laba kotor tahun 2025 yang mencapai Rp27,39 miliar.

Faktor lain yang menekan laba adalah kenaikan biaya operasional. Beban umum dan administrasi melonjak signifikan menjadi Rp9,97 miliar, dari sebelumnya Rp5,29 miliar pada semester I 2025. Sementara itu, beban penjualan dan pemasaran berhasil ditekan menjadi Rp10,19 miliar dari Rp13,00 miliar.

Perseroan juga mencatatkan rugi selisih kurs sebesar Rp50,67 miliar pada periode ini. Angka tersebut membengkak dibandingkan rugi selisih kurs pada periode sebelumnya yang sebesar Rp91,75 juta. Di sisi lain, biaya keuangan BIKE mencapai Rp492,73 juta.

Andrew Mulyadi, Direktur Utama BIKE, menyatakan bertanggung jawab penuh atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan ini.

"Semua informasi dalam laporan keuangan PT Sepeda Bersama Indonesia, Tbk telah dimuat secara lengkap dan benar," ungkap Andrew dalam surat pernyataan Direksi dikutip dari keterbukaan informasi Jumat (31/7/2026).

Dari sisi neraca keuangan, kekuatan perusahaan tampak menyusut tajam. Total aset BIKE per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp96,05 miliar. Angka ini terjun bebas 68,5% dibandingkan posisi aset per 31 Desember 2025 yang masih sebesar Rp304,99 miliar.

Penurunan aset terbesar terjadi pada pos persediaan neto yang tinggal Rp16,44 miliar dari sebelumnya Rp139,34 miliar. Selain itu, piutang usaha dari pihak ketiga juga merosot dari Rp114,02 miliar menjadi Rp60,79 miliar. Kas dan bank Perseroan kini tersisa Rp697,74 juta.

Sejalan dengan aset, total liabilitas Perseroan juga berkurang menjadi Rp44,65 miliar pada Juni 2026, dari Rp220,30 miliar pada akhir tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh pelunasan utang usaha kepada pihak berelasi yang turun dari Rp201,99 miliar menjadi Rp42,32 miliar.

Ekuitas BIKE per Juni 2026 tercatat sebesar Rp51,40 miliar, turun dari Rp84,70 miliar pada Desember 2025. Perubahan mencolok juga terlihat pada jumlah karyawan perusahaan yang berkurang drastis dari 152 orang pada akhir 2025 menjadi hanya 41 orang per Juni 2026.

Topik terkait
Sepeda Bersama Indonesia saham BIKE rugi bersih BIKE kinerja keuangan BIKE laporan keuangan BIKE