STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Erajaya SwasembadaTbk (ERAA) membukukan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun (Rp75,68 per saham) pada 2025, tumbuh 17,26% jika dibandingkan Rp1,12 triliun (Rp65,42 per saham) pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang diumumkan Senin, 30 Maret 2026, penjualan bersih ERAA naik 17,35% menjadi Rp76,60 triliun pada 2025 dari Rp65,27 triliun pada 2024.
Sebesar Rp60,07 triliun (78,41%) berasal dari penjualan produk telepon seluler dan tablet, sebesar Rp11,92 triliun (15,57%) dari penjualan aksesoris dan lain-lain, sekitar Rp3,05 triliun(3,98%) dari penjualan komputer dan peralatan elektronik lainnya, serta produk operator menyumbang Rp1,55 triliun.
Pada saat yang sama, beban pokok ERAA meningkat, 17,67%, dari Rp58,03 triliun, menjadi Rp68,25 triliun pada 2025. Namun, laba emiten distributor alat-alat telekomunikasi beraset Rp28,85 triliun per Desember 2025 itu tumbuh 14,78% menjadi Rp8,35 triliun, dari Rp7,27 triliun tahun 2024.
Sementara beban penjualan dan distribusi naik 27,8% jadi Rp3,82 triliun, dari Rp2,99 triliun tahun 2024. Adapun beban umum dan administrasi ERAA naik 8,41%, dari Rp2,57 triliun menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Perseroan meraih pendapatan lainnya sebesar Rp753,81 miliar pada 2025, naik dari Rp441,61 miliar.
Namun, laba usaha emiten distributor alat-alat telekomunikasi tersebut tumbuh 14,19% jadi Rp2,43 triliun pada 2025 dibanding Rp2,13 triliun pada 2024. (konrad)
