STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan PT Avia Avian Tbk (AVIA) tampak solid sepanjang tahun 2025 silam. Penjualan maupun laba emiten produsen cat tersebut tumbuh positif. Tampilan kinerja AVIA yang ciamik tidak lepas dari kerja keras manajemen Perseroan dalam mendorong inovasi produk berkelanjutan.
Menurut laporan keuangan Desember 2025 yang diumumkan, Kamis 26 Februari 2026, laba AVIA yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 4,99% menjadi Rp1,74 triliun (Rp29,11 per saham) pada 2025, dibanding Rp1,66 triliun (Rp27,16 per saham) pada tahun 2024.
Pertumbuhan laba emiten produsen cat ini didukung oleh penjualan bersih yang meningkat 8,73% menjadi Rp8,12 triliun pada 2025, dari Rp7,47 triliun pada 2024.
Penjualan AVIA tahun 2025 didominasi oleh penjualan kepada distributor sendiri yakni Rp7,33 triliun, atau sekitar 90,25% dari total penjualan perseroan. Adapun penjualan produk ke distributor pihak ketiga sebesar Rp776,87 miliar.
Seiring penjualan, beban pokok penjualan juga naik lebih tinggi dari penjualan yakni sebesar 10,04% menjadi Rp4,54 triliun pada 2025, dari Rp4,13 triliun tahun 2024. Namun, laba kotor emiten produsen cat itu tumbuh 7,10% menjadi Rp3,57 triliun pada 2025, dibanding Rp3,34 triliun pada tahun 2024.
Di saat yang sama, beban usaha Perseroan juga naik 5,73%, dari Rp1,57 triliun pada 2024, menjadi Rp1,65 triliun pada 2025. Akan tetapi, laba usaha AVIA meningkat 8,66% jadi Rp1,92 triliun pada 2025, dari Rp1,76 triliun pada 2024.
Dari sisi neraca keuangan, AVIA memiliki total aset sebesar Rp11,08 triliun pada 2025, naik tipis 0,21% dari Rp11,06 triliun pada 2024. Sedangkan jumlah liabilitas dan ekuitas AVIA, masing-masing Rp1,54 triliun dan Rp9,54 triliun. (konrad)
