Pentagon Kirim Pasukan ke Timur Tengah, Harga Minyak Dunia Naik Drastis!
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan tajam pada penutupan perdagangan Senin (12/8/2024) waktu setempat, atau Selasa pagi (13/8/2024) WIB. Harga minyak mentah AS bahka...
Analis UBS mencatat bahwa minyak dan emas kini menjadi pilihan utama investor untuk melindungi portofolio mereka dari risiko ketegangan geopolitik yang semakin meningkat.
Meskipun OPEC menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan global sebesar 135.000 barel per hari akibat melemahnya konsumsi di China, harga minyak AS tetap menguat. Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group, menyatakan bahwa pasar minyak bereaksi kuat terhadap meningkatnya risiko geopolitik, meskipun OPEC menunjukkan kekhawatiran akan pertumbuhan permintaan. Menurutnya, pasar tetap berada pada jalur defisit karena penurunan inventaris.
Minyak mentah AS menutup pekan lalu dengan kenaikan lebih dari 4%, mengakhiri tren penurunan selama empat minggu berturut-turut. Kenaikan ini didorong oleh pemulihan pasar saham yang sebelumnya tertekan akibat kekhawatiran resesi dan kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan.
- 1
- 2
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street
- Harga Emas Dunia Kembali Berkilau, Ternyata Ini Penyebabnya
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026