STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (5/3/2026) waktu setempat. Pergerakan negatif ini terjadi seiring fokus pelaku pasar pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Hampir seluruh bursa utama di kawasan tersebut berakhir di zona merah akibat sentimen perang.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 1,29% ke posisi 604,83. Sektor media menjadi satu-satunya yang berhasil selamat dari area negatif. Indeks CAC 40 Perancis turun 1,49% ke level 8.045,80. FTSE MIB Italia merosot 1,61% ke posisi 44.608,55.
Indeks FTSE 100 Inggris terkoreksi 1,45% ke level 10.413,94. DAX Jerman melemah 1,61% ke posisi 23.815,75. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol anjlok 1,38% ke level 17.245,20.
Penurunan bursa Spanyol dipicu oleh ketegangan diplomatik dengan Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump marah besar kepada pemerintah Madrid. Spanyol menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militer bagi pasukan AS untuk menyerang Iran.
“Spanyol sangat buruk,” kata Trump pada hari Selasa.
“Kami akan memutuskan semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berurusan sama sekali dengan Spanyol,” tegasnya.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyebut krisis Timur Tengah ini sebagai sebuah bencana. Gedung Putih sebelumnya sempat mengklaim Spanyol akan bekerja sama secara militer terkait konflik Iran. Namun, pemerintah Madrid secara tegas menolak pernyataan sepihak tersebut.
Perhatian pasar global saat ini masih tertuju penuh pada perang AS dan Israel melawan Iran. Serangan kedua negara sekutu ini semakin intensif dalam 24 jam terakhir. Israel baru saja meluncurkan babak serangan baru ke Teheran pada hari Rabu.
Menteri Pertahanan Israel berjanji akan menghancurkan kemampuan rezim Iran. AS juga mengklaim telah menghancurkan 17 kapal Iran dan hampir 2.000 target. Para ahli menilai akhir dari “Operation Epic Fury” ini masih sangat tidak pasti.
Di pihak Iran, ulama senior sedang menyeleksi pemimpin tertinggi berikutnya. Mojtaba Khamenei masuk dalam pertimbangan kuat untuk mengisi posisi puncak tersebut. Ia merupakan putra dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei.
Ketegangan geopolitik ini membuat harga minyak dunia terus merangkak naik. Patokan global minyak mentah Brent naik 3,7% menjadi USD 84,44 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal AS ikut melonjak 6% ke level USD 79,17 per barel.
Head of Markets di AJ Bell, Dan Coatsworth, memberikan catatannya pada Kamis pagi terkait kondisi pasar.
“Situasi Timur Tengah berkembang dengan cepat, dan investor merasa kesulitan untuk membuat keputusan pasti apakah akan terjadi krisis energi yang berkepanjangan atau sekadar kejutan tajam yang singkat,” ujarnya.
Dari sisi korporasi, produsen tank Jerman Renk mencatatkan kinerja bisnis cemerlang. Perusahaan membukukan pendapatan 1,37 miliar euro atau sekitar USD 1,6 miliar pada tahun fiskal 2025. Angka ini melonjak 19,8% dari tahun sebelumnya berkat pertumbuhan kuat bisnis pertahanan.
Renk berhasil menerima pesanan baru senilai 1,57 miliar euro. Total jaminan pesanan mereka kini mencapai 6,7 miliar euro. Meski memproyeksikan pendapatan 1,5 miliar euro pada 2026, saham Renk justru ditutup anjlok 11,4% akibat ketidakpastian global.
