STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali naik pada perdagangan Rabu (4/3/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (5/3/2026) WIB. Logam mulia ini berhasil menembus level USD 5.120 per ons troi. Kenaikan harga didorong oleh eskalasi konflik di Timur Tengah dan berhentinya reli nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 0,7% ke posisi USD 5.120,71 per ons troi. Harga emas sempat anjlok lebih dari 4% pada perdagangan Selasa.
Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman April juga bergerak positif. Harganya ditutup menguat 0,2% menjadi USD 5.134,70 per ons troi.
Indeks dolar AS terpantau melemah. Penurunan ini terjadi setelah mata uang tersebut mencatat keuntungan tajam sehari sebelumnya.
Kondisi ini membuat emas menjadi lebih menarik di pasar global. Emas yang dihargai dalam dolar terasa lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lain.
Perang antara AS dan Iran semakin meluas secara tajam. Sebuah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka. Insiden ini menewaskan sedikitnya 80 orang.
Selain itu, sistem pertahanan udara NATO juga ikut beraksi. Mereka menghancurkan rudal balistik Iran yang ditembakkan ke arah Turki. Hal ini memicu peningkatan minat investor terhadap aset aman.
Peter Grant, Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, memberikan analisanya. Ia menyoroti beberapa pendorong utama pergerakan pasar saat ini.
“Dolar telah mengalami kemunduran, yang memberikan sejumlah dukungan. Secara keseluruhan, faktor-faktor makro-fundamental tetap secara luas mendukung emas. Tentu saja, selama perang dengan Iran berlangsung, hal itu akan tetap mendukung juga,” ujar Peter Grant.
Grant juga memberikan proyeksi pergerakan harga ke depan di tengah ketidakpastian.
“Ada risiko volatilitas berlanjut. Namun saya tetap bullish dan berpikir kita akan melihat level tertinggi baru sepanjang masa,” tambah Grant.
Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil. Logam ini dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi. Emas cenderung lebih disukai pada periode suku bunga rendah.
Data ekonomi AS juga menjadi sorotan pelaku pasar. Laporan ketenagakerjaan nasional ADP menunjukkan peningkatan daftar gaji swasta AS. Angkanya naik lebih dari perkiraan pada bulan Februari.
Meski begitu, data untuk bulan sebelumnya telah direvisi turun secara tajam. Investor kini menantikan rilis laporan ketenagakerjaan AS bulan Februari pada hari Jumat.
Daftar gaji non-pertanian kemungkinan bertambah 59.000 pekerjaan bulan lalu. Angka ini muncul setelah terjadi akselerasi sebanyak 130.000 pada bulan Januari. Perkiraan ini merupakan hasil survei para ekonom Reuters.
Tren positif juga merembet ke logam mulia lainnya. Harga perak spot menguat 1,3% ke posisi USD 83,07 per ons troi. Perak berhasil bangkit setelah anjlok lebih dari 8% pada sesi sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada logam industri lainnya. Harga platinum spot melesat 2,8% menjadi USD 2.141,71. Sementara itu, harga paladium naik 1,2% ke level USD 1.667,51.
World Platinum Investment Council memberikan peringatan terkait pasokan logam. Mereka memprediksi pasar platinum global sedang menuju defisit tahunan. Kondisi kekurangan pasokan ini diperkirakan akan terjadi untuk tahun keempat berturut-turut pada 2026.
