Perdagangan Perdana, Saham LAJU Langsung Alami ARA
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Saham PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) yang dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/1), mengalami Auto Reject Atas (ARA). Itu karen...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Saham PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) yang dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/1), mengalami Auto Reject Atas (ARA). Itu karena harga saham LAJU meningkat Rp35 (35%), dari harga penawaran umum perdana (PUP) atau Initial Public Offering (IPO) Rp100 per saham. Hingga pukul 10.46 WIB, volume perdagangan saham LAJU di Pasar Reguler BEI mencapai 34.195.100 unit senilai Rp4,616 miliar dengan frekeunsi perdagangan sebanyak 5.136 kali. Menurut pengumuman BEI, Jumat (27/1), sebanyak 2,149 miliar saham emiten di bidang jasa logistik terintegrasi bernominal Rp25 itu, dicatatkan di BEI. Ini terdiri atas 1,449 miliar saham pendiri dan 700 juta saham IPO. Dari aksi korporasi ini, LAJU memperoleh tambahan modal Rp70 miliar.
Bersamaan dengan IPO saham, Perseroan juga mencatatkan sebanyak 140 juta waran seri I. Setiap pemegang lima saham baru berhak memperoleh satu waran seri I. Setiap pemegang satu waran seri I berhal memberi satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp175 per unit.
Dana IPO saham sebesar 38,22% untuk belanja modal berupa pembelian aset tanah. Sisa dana IPO sebesar 61,78% dan dana dari pelaksanaan waran seri I seluruhnya untuk modal kerja Perseroan.
Pendapatan LAJU mencapai Rp133,58 miliar per November 2022, naik 23%, dari Rp108,52 miliar per November 2021. Dari pendapatan tersebut, Perseroan membukukan laba bersih periode tahun berjalan Rp10,74 miliar, tumbuh 35,60%, dari Rp7,92 miliar pada periode sama 2021.
Per November 2022, total ekuitas LAJU naik 25,21% menjadi Rp54,33 miliar dari Rp43,39 miliar pada 2021. Sementara total liabilitas turun 17,82% menjadi Rp50,60 miliar dari Rp61,57 miliar, dan total aset turun tipis 0,03%, dari Rp104,97 miliar pada 2021 menjadi Rp104,94 miliar per November 2022.
- Kawal Amanat UU P2SK, OJK Resmi Bentuk Satgas Bursa Mineral dan Komoditas Strate...
- Laba PGEO Naik 15,48% Jadi USD79,61 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- TPIA Siapkan Capex Lebih dari USD1 Miliar dalam Lima Tahun, Fokus Pertumbuhan da...
- Direktur TPMA Jual 2 Juta Saham, Porsi Free Float Naik ke 29,48%
- RANS Gelar RUPSLB 10 September 2026, Bahas Apa?
- Kawal Amanat UU P2SK, OJK Resmi Bentuk Satgas Bursa Mineral dan Komoditas Strate...
- TPIA Siapkan Capex Lebih dari USD1 Miliar dalam Lima Tahun, Fokus Pertumbuhan da...
- Direktur TPMA Jual 2 Juta Saham, Porsi Free Float Naik ke 29,48%
- Laba PGEO Naik 15,48% Jadi USD79,61 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...