STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) telah menyerap dana hasil Penawaran Umum Obligasi I Tahun 2024 sebesar Rp229,7 miliar. Penyerapan dana ini mayoritas digunakan untuk memperkuat armada forklift listrik perusahaan.
Berdasarkan laporan perusahaan per 13 Februari 2026, SMIL memperoleh hasil bersih obligasi senilai Rp294,04 miliar. Ini merupakan nilai sisa setelah total dana dana emisi Rp300 miliar dikurangi biaya penawaran sebesar Rp5,95 miliar.
Direktur Utama SMIL, Hadi Suhermin, menjelaskan rincian penggunaan duit hasil aksi korporasi tersebut. Emiten spesialis penyewaan forklift ini menghabiskan Rp212,67 miliar untuk pembelian unit forklift elektrik, baterai lithium, dan perangkat pengisinya (charger).
Nilai belanja modal untuk armada tersebut mencapai sekitar 72,33% dari rencana hasil realisasi bersih. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi alat angkut bertenaga listrik milik perseroan.
Selain belanja alat, SMIL juga menyetor dana Rp17,02 miliar untuk pelunasan kewajiban leasing. Perseroan saat ini masih mengantongi sisa dana obligasi sebesar Rp64,33 miliar.
Manajemen menyimpan sisa dana tersebut di Bank OCBC, dengan jangka waktu simpanan selama satu tahun dengan status hubungan afiliasi. Sisa dana obligasi SMIL ini mendapatkan tingkat bunga atau bagi hasil sebesar 5,25%. Penempatan simpanan ini dilakukan untuk menjaga likuiditas sekaligus mengoptimalkan dana yang belum terpakai.
Obligasi I Sarana Mitra Luas Tahun 2024 sendiri telah efektif sejak 29 November 2024. Emiten berharap penggunaan dana ini dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kinerja keuangan di masa mendatang.
