STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perusahaan farmasi dan kesehatan PT SOHO Global Health Tbk (SOHO) berencana menambah sejumlah kegiatan usaha baru. Ekspansi ini tidak hanya dilakukan oleh induk perusahaan, tetapi juga dua anak usahanya.
Langkah ini tinggal menunggu restu pemegang saham. SOHO akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Februari 2026 mendatang.
Di tingkat induk, SOHO akan merambah lima bidang usaha baru. Fokus utamanya adalah perdagangan eceran melalui media internet atau e-commerce. Produk yang dijual beragam, mulai dari obat tradisional, makanan, minuman, kosmetik, hingga barang campuran.
Selama ini, penjualan kepada konsumen akhir dilakukan melalui pihak ketiga. Kini, SOHO ingin memegang kendali penuh. Perseroan berniat melakukan penjualan langsung kepada konsumen atau direct-to-consumer.
Langkah serupa juga diambil oleh anak usahanya, PT Parit Padang Global (PPG). PPG akan menambahkan dua kegiatan usaha baru di bidang teknologi. Keduanya adalah pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet dan pengoperasian portal web komersial.
Penambahan ini sangat krusial bagi legalitas digital PPG. Mereka kini mengelola aplikasi SOHO bernama PPGOS. Aturan baru Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mewajibkan pengelola sistem elektronik obat memiliki izin khusus.
Sementara itu, anak usaha lainnya yakni PT Soho Industri Pharmasi (SIP) fokus merapikan legalitas usaha. SIP menambahkan bisnis pergudangan dan penyimpanan, serta industri bahan baku obat tradisional. Penambahan ini sekadar menyesuaikan izin dengan kegiatan operasional yang sudah berjalan. SIP juga butuh Tanda Daftar Gudang (TDG) agar fasilitas gudangnya bisa disewakan secara legal.
Manajemen memastikan rentetan ekspansi ini sangat aman. Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Wawat Jatmika & Rekan telah melakukan studi kelayakan. Hasilnya, seluruh rencana penambahan bisnis induk dan anak usaha dinyatakan layak.
Perusahaan juga tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. SOHO dan anak usahanya akan memaksimalkan sumber daya manusia dan infrastruktur internal yang sudah ada. Kinerja keuangan perusahaan diproyeksikan tetap stabil tanpa beban biaya yang membengkak.
“Penambahan KBLI dimaksudkan untuk memberikan dasar hukum bagi Perseroan, apabila diperlukan di masa mendatang, untuk melaksanakan kegiatan penjualan langsung kepada konsumen akhir,” tulis Direksi SOHO Global Health dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (20/2/2026).
