back to top

Perkuat Bisnis, Leyand International (LAPD) Siap Akuisisi Bersaudara Sinergi Sejahtera Rp59,99 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Leyand International Tbk (LAPD), berencana mengambil-alih 59.995 lembar (99,99%) saham PT Bersaudara Sinergi Sejahtera (BSS) dari tiga pemegang saham utama. Masing-masing, PT JSI Sinergi Mas (JSI) sebanyak 52.493 lembar saham, PT Sapta Sinergy Saguna (SSS) sebanyak 4.500 unit saham, dan PT Mineral Sumber Rejeki (MSR) sebanyak 3.000 lembar saham.

Adapun Bersaudara Sinergi Sejahtera atau BSS merupakan Perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan full service. Perusahaan tersebut beroperasi di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Direktur Utama LAPD Jamal Abdul Nasir Bamadhaj dalam keterangan yang disampaikan ke BEI, Senin 02 Februari 2026 mengatakan, sehubungan rencana akuisisi BSS tersebut, para pihak telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli saham bersyarat atau Conditional  Shares Purchase Agreement) pada 30 Januari 2026. Adapun nilai transaksi tersebut mencapai Rp59,99 miliar.

Menurut Jamal, transaksi ini merupakan transaksi bersyarat sehingga penyelesaian transaksi tergantung pada pemenuhan syarat-syarat pendahuluan oleh para pihak sebagaimana termaktub dalam perjanjian tersebut. Ini termasuk persetujuan dari pemegang saham perusahaan target atau BSS serta izin dari otorisasi atau instansi yag berwenang.

“Tujuan akuisisi  ini untuk memperkuat struktur bisnis Perseroan dan menjadikan BSS sebagai anak perusahaan terkendali langsung Perseroan nanti,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Jamal, Perseroan akan masuk ke sektor energy untuk menjadi kontraktor pertambangan batubara dalam rangka menjaga dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Jamal mengemukakan, kesepakatan awal yang ditandatangani Perseroan ini akan membawa dampak positif bagi Perseroan baik dari segi aspek bisnis, hukum, dan aspek keuangan. Bagaimanapun, strategi transformasi bisnis Perseroan ini merupakan langkah ekspansi untuk masuk ke sektor energi dan pertambangan.

“Dengan menjadi pengendali penuh atas BSS, diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan baru yang prospektif ke depan, “ kata Jamal.

Dari sisi keuangan, lanjut Jamal, terdapat kewajiban pembayaran akuisisi sebesar Rp59,99 miliar. Namun, setelah transaksi ini tuntas, posisi keuangan BSS akan terkonsolidasi ke dalam laporan keuangan Perseroan. Ini diharapkan dapat meningkatkan total aset dan  laba Perseroan secara Group.

Jamal menegaskan bahwa transaksi ini juga merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No 42/POJK.04/2020. Hal ini mengingat JSI sediri merupakan pemegang saham pengendali Perseroan dan juga menjadi pemegang saham pengendali Perusahaan target atau BSS. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Tetap Pede Kejar 50 IPO 2026 Meski Free Float Naik Jadi 15%, Kantongi Dua Calon Emiten Jumbo

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap pede...

Free Float 15% Berlaku Bertahap, OJK–BEI Bahas Dampak ke Calon Emiten di Pipeline IPO

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa...

Barito Renewables (BREN) Mulai Buyback Saham di BEI, Siapkan Dana Rp2 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Mulai hari ini, Rabu 04 Februari 2026,...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru