STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN meraih laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$215,36 juta (US$0,0089 per saham) pada 2025, turun 36,55% jika dibandingkan US$339,42 juta (US$0,0140 per saham) pada 2024.
Penurunan laba di tengah kenaikan pendapatan ini, menurut laporan keuangan Desember 2025 yang diumumkan Jumat 6 Maret 2026, disebabkan antara lain oleh beban pokok pendapatan yang meningkat sebesar 8,12% menjadi US$3,27 miliar pada 2025, dari US$3,03 miliar pada 2024.
Selain itu, kemerosotan laba PGAS juga dipicu oleh penurunan nilai properti minyak dan gas sebesar 997%, dari US$9,06 juta pada 2024 menjadi US$99,53 juta pada 2025. Beban pajak penghasilan yang naik menjadi US$141,60 juta, dari US$138,65 juta juga turut merontokkan laba Perseroan tahun lalu. Perseroan juga menderita rugi kurs US$7,22 juta, dan sebelumnya laba selisih kurs US$11,12 juta.
Akumulasi berbagai kenaikan beban dan penurunan nilai properti minyak dan gas serta rugi kurs menyebabkan laba sebelum pajak PGAS anjlok 15,57% menjadi US$488,20 juta pada 2025, dibanding US$578,28 juta pada tahun 2024.
Kendati laba turun, pendapatan Perusahaan Gas Negara atau PGAS sepanjang tahun 2025 naik 4,94% menjadi US$3,97 miliar, dari US$3,78 miliar pada 2024.
Penyumbang terbesar pendapatan PGAS tahun lalu berasal dari penjualan niaga gas bumi , transmisi gas, transportasi minyak, pendapatan jasa regasifikasi dan lainnya ke pihak ketiga yakni sebesar US$2,62 miliar. Sedangkan penjualan Niaga gas bumi , penjualan minyak dan gas bumi, LNG Trading, pendapatan jasa regasifikasi dan transmisi gas ke pihak berelasi mengkontribusi US$1,34 miliar.
Total aset PGAS per Desember 2025 sebesar US$6,23 miliar, turun 2,86% dari US$6,41 miliar per Desember 2024. Jumlah liabilitas dan ekuitas PGAS dalam periode sama, masing-masing USD2,62 miliar dan USD3,60 miliar. (konrad)
