STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), perusahaan kelapa sawit terpadu memperoleh fasilitas kredit modal kerja Aflopend dan fasilitas kredit modal kerja uncommeted untuk anak usaha Perseroan. Hal itu dikemukakan Joni Tjeng, Sekretaris Perusahaan TAPG dalam keterbukaan informasi, Kamis (18/9/2025).
Joni mengemukakan, melalui anak perusahaannya, TAPG mendapatkan fasilitas kredit kerja Aflopend sebesar Rp830 miliar dan fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp600 miliar dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau disebut BNI.
Sebagai informasi, TAPG membukukan pertumbuhan laba bersih 75,3% year-on-year pada akhir kuartal II 2025 menjadi Rp1,7 triliun. Laba bersih TAPG pada periode kali ini 1,75 kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan laba ini didorong oleh pendapatan yang juga tumbuh 35,1% dan menembus Rp5,5 triliun di paruh pertama tahun 2025. Hasil penjualan produk kelapa sawit dan turunannya masih mendominasi pendapatan Perseroan hingga 99%, sementara produk karet dan turunannya menyumbang 1% sisanya.
Menurut laporan keuangan TAPG, 26,5% penjualan TAPG atau senilai Rp1,5 triliun merupakan hasil transaksi dengan salah satu perusahaan Grup Wilmar, PT Sinar Alam Permai. Selain itu, PT Kutai Refinery Nusantara, perusahaan Apical Group juga menyumbang 22% penjualan TAPG hingga Juni 2025 ini, atau senilai Rp1,2 triliun.
Bahkan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) juga berkontribusi 10,6% terhadap penjualan Perseroan senilai Rp582,3 miliar per Juni 2025, dan penjualan ke PT LDC East Indonesia sebanyak 10,2% atau Rp564,7 miliar.
