STOCKWATCH.ID (JAKARTA) PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) baru saja menyampaikan laporan registrasi kepemilikan saham untuk periode Januari 2026. Dalam laporan tersebut, sosok konglomerat Peter Sondakh tercatat sebagai pengendali utama di balik layar perusahaan tambang emas ini.
Berdasarkan data yang dipublikasikan, Peter Sondakh berstatus sebagai pemilik perorangan. Namanya tercantum jelas dalam kolom nama penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham perseroan.
Terkait struktur pemegang saham mayoritas, PT Rajawali Corpora masih memegang kendali paling besar. Perusahaan ini menguasai sebanyak 18,14 miliar lembar saham. Jumlah ini setara dengan 71,894% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Posisi kedua ditempati oleh PT Rajawali Kapital Emas. Entitas ini memiliki 2,96 miliar lembar saham atau mewakili porsi kepemilikan sebesar 11,759%.
Sementara itu, porsi kepemilikan publik atau pemegang saham di bawah 5% tercatat sebanyak 4,12 miliar lembar. Angka ini setara dengan 16,347%. Adapun jumlah pemegang saham dari masyarakat mencapai 77.448 pihak pada akhir Januari 2026.
Tidak hanya pemegang saham pengendali, jajaran direksi dan komisaris Archi Indonesia juga terpantau memiliki saham perseroan. Rudy Suhendra selaku Direktur Utama mengantongi 27 juta lembar saham.
Di kursi pengawasan, Kenneth Ronald Kennedy Crichton sebagai Komisaris Utama memegang 5 juta lembar saham. Wakil Komisaris Utama, Rizki Indrakusuma, tercatat memiliki 12,00 juta lembar saham.
Total keseluruhan saham PT Archi Indonesia Tbk yang beredar saat ini mencapai 25,23 miliar lembar.
“Nama penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham adalah Peter Sondakh dengan status pemilik perorangan,” ujar manajemen ARCI, dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (12/2/2026)
