Senin, Januari 12, 2026
24.4 C
Jakarta

Pipeline IPO di BEI Menyusut, Satu Emiten Jumbo Mundur?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perkembangan terbaru terkait pipeline pencatatan saham. Hingga 29 Agustus 2025, ada 7 perusahaan yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, di Jakarta, Senin (01/9/2025), menjelaskan komposisi pipeline berdasarkan aset. Saat ini terdapat empat perusahaan dengan aset skala menengah atau antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

Sementara itu, 3 perusahaan masuk kategori skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar. Tidak ada perusahaan skala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar.

Rinciannya, satu perusahaan berasal dari sektor Basic Materials, satu dari Consumer Non-Cyclicals, satu dari Financials, dua dari Industrials, satu dari Technology, dan satu dari Transportation & Logistic.

Jika melihat distribusi sektor dari perusahaan yang ada dalam pipeline, Industrials menyumbang porsi terbesar dengan 28,6%. Sektor Basic Materials, Consumer Non-Cyclicals, Financials, Technology, serta Transportation & Logistic masing-masing menyumbang 14,3%.

Padahal sebelumnya, hingga 15 Agustus 2025, pipeline IPO di BEI masih berisi 8 perusahaan. Dari jumlah itu, empat perusahaan termasuk skala menengah dan empat lainnya skala besar. Komposisinya terdiri dari dua perusahaan sektor Basic Materials, dua dari Industrials, serta masing-masing satu dari Consumer Non-Cyclicals, Financials, Technology, dan Transportation & Logistic.

Dengan demikian, jumlah perusahaan skala besar yang ada di pipeline kini berkurang dari empat menjadi tiga. Menanggapi hal itu, Nyoman menegaskan perubahan tersebut bukan karena pencoretan oleh BEI maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Pemutakhiran data dan informasi,” ujar Nyoman singkat saat ditanya soal berkurangnya jumlah perusahaan skala besar.

Ia menambahkan, pemutakhiran data dilakukan oleh perusahaan terkait. “Dari perusahaan yang memutuskan untuk pemutakhiran data/informasi,” jelas Nyoman.

Saat ditanya lebih lanjut apakah perusahaan itu mengundurkan diri, Nyoman menegaskan proses tersebut hanya bagian dari penyesuaian. “Pemutakhiran data dan informasi, akan filing kembali,” katanya.

Sementara itu, sepanjang 2025 hingga 29 Agustus, sudah ada 22 perusahaan yang resmi mencatatkan saham di BEI. Dari aksi korporasi tersebut, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp10,39 triliun.(Daiz La Ode)

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Diprediksi Menguat, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ NICL, BUMI, DEWA hingga RATU!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Investor Telkom (TLKM) Melejit di Akhir 2025, Danantara Genggam Kendali 52,09%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Komposisi Pemegang Saham BRMS Akhir 2025: Investor Sugiman Halim Genggam 7,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru