back to top

Porsi Saham Masyarakat Menyusut, Tiga Investor Besar Pertebal Kepemilikan di ITMA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) merilis laporan terbaru terkait struktur pemegang saham perseroan. Laporan bulanan ini mencatat data kepemilikan efek yang berakhir pada 30 Desember 2025. Sejumlah investor besar terpantau mempertebal porsi saham mereka di emiten ini.

Corporate Secretary ITMA, Reski Damayanti menyampaikan pembaruan data tersebut melalui keterbukaan informasi. Laporan ini diserahkan kepada publik dan regulator pada awal tahun 2026.

“Perseroan menyampaikan Perubahan Struktur Pemegang Saham yang berakhir pada 30 Desember 2025,” tulis Reski dalam laporannya, Minggu (4/1/2026).

Data dari Biro Administrasi Efek PT EDI Indonesia menunjukkan aksi akumulasi oleh PT Fersindo Nusa Jaya. Investor yang beralamat di Menara Rajawali ini kini menggenggam 133.081.900 lembar saham. Angka ini setara dengan 13,321% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh. Jumlah tersebut meningkat signifikan dari kepemilikan sebelumnya yang tercatat sebesar 12,18%.

Langkah serupa dilakukan oleh PT Trukindo Persada Sejahtera. Perusahaan yang berkantor di Gedung Menara Anugrah ini mencatatkan kepemilikan sebanyak 67.353.500 lembar saham. Porsi kepemilikan Trukindo kini berada di angka 6,742%, naik dari posisi sebelumnya sebesar 6,27%.

Majukarya Mandiri Indonesia tidak ketinggalan memperbesar posisinya. Investor yang berbasis di Satrio Tower ini sekarang menguasai 57.224.305 lembar saham. Angka tersebut setara dengan 5,728% kepemilikan, meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 5,14%.

Sementara itu, posisi pemegang saham pengendali tetap stabil. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk masih memegang 418.560.000 lembar saham. Jumlah ini mencerminkan penguasaan sebesar 41,896%.

Aksi borong saham oleh para investor jumbo ini berdampak pada porsi publik. Kepemilikan masyarakat lainnya di bawah 5% mengalami penurunan menjadi 322.833.462 lembar atau 32,314%.

Secara spesifik, saham masyarakat non-warkat (scripless) juga menyusut. Per akhir Desember 2025, angkanya turun menjadi 317.063.462 lembar atau 31,74%. Perubahan komposisi ini turut menekan rasio saham free float perseroan dari 21,02% menjadi 18,82%.

Fenomena menarik terjadi pada jumlah pemegang saham. Kendati porsi saham publik mengecil, jumlah investor ITMA justru bertambah. Terdapat penambahan 374 investor baru dalam satu bulan terakhir. Total pemegang saham meningkat dari 1.022 menjadi 1.396 pihak.

Laporan tersebut juga memperjelas struktur pemilik manfaat akhir dari kepemilikan saham perseroan. Konsorsium Halim Jusuf tercatat sebagai pihak ultimate beneficial owner dari entitas tambang ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Hari Ini, Obligasi Bank Panin (PNBN) Rp2,712 Triliun Dicatatkan di BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Hari ini, Kamis 26 Februari 2026, Obligasi...

IHSG Pagi Ini Geser ke Zona Merah, Turun 0,44% Terbebani Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Satu Saham Masuk Radar Ketat BEI, Harganya Baru Saja Terbang Tinggi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengambil...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru