Pos Indonesia dan Rumah Tani Nusantara Luncurkan AgriPost, Bidik 20 Outlet dan 5 Hub Distribusi Pangan
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pos Indonesia berkolaborasi dengan PT Rumah Tani Nusantara (RTN) mengembangkan AgriPost sebagai bagian dari sistem distribusi komoditas pertanian dan perkebunan. Kolaborasi ini memanfaatkan infrastruktur logistik dan aset properti milik Pos Indonesia untuk membangun sistem Supply Chain Management (SCM) yang terintegrasi.
Melalui kerja sama tersebut, PT Rumah Tani Nusantara mengelola perdagangan komoditas pertanian dan perkebunan yang dihasilkan bersama petani lokal. Pos Indonesia mendukung proses penyimpanan, distribusi, hingga penjualan langsung kepada konsumen melalui outlet Pos.
Kerja sama ini memiliki tiga manfaat utama. Pertama, mengoptimalkan aset Pos melalui pemanfaatan ruang komersial sebagai outlet penjualan serta bangunan dan lahan sebagai fasilitas cold storage dan dry storage. Kedua, memperkuat distribusi logistik komoditas pertanian secara end-to-end untuk mendukung ketahanan pangan. Ketiga, menciptakan sumber pendapatan dari sewa aset, biaya pengelolaan gudang, layanan logistik, dan pembagian hasil penjualan komoditas.
Pada tahap awal, kerja sama mencakup penyediaan 20 outlet penjualan dan 5 hub distribusi. Ke depan, cakupan tersebut berpotensi diperluas hingga 2.000 outlet Pos dan 500 gudang atau hub. Selain itu, Pos Indonesia juga menyediakan layanan distribusi komoditas dari gudang menuju outlet maupun lokasi lain yang disepakati.
Dalam aspek komersial, kedua pihak telah menyepakati nilai sewa aset untuk pemanfaatan 20 outlet dan 5 hub distribusi. Nilai tersebut belum termasuk PPN 11% dan biaya utilitas operasional. Selain itu, disepakati skema revenue sharing sebesar 3,5% secara flat dari total omzet penjualan. Skema tersebut berlaku apabila omzet bulanan setiap outlet mencapai target minimum Rp50 juta. RTN juga membayar management fee operasional gudang serta biaya logistik yang meliputi tarif distribusi dan tenaga kerja bongkar muat.
Perjanjian kerja sama berlaku selama empat tahun, terhitung sejak 5 Juni 2026 hingga 30 Desember 2030. Kedua pihak juga akan melakukan rekonsiliasi data pemesanan, penjualan, dan pembayaran secara rutin setiap bulan sebagai bagian dari sistem evaluasi.
Soft launching outlet AgriPost di KCU Flora turut dihadiri Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI RR Yuli Sri Wilanti; Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Badan Pangan Nasional Maino Dwi Hartono; Komisaris Utama PT Rumah Tani Nusantara Budiman Pramonosidi; Komisaris Moch Sadjoang dan Lim Ping Ming; Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara Bahtiar; Direktur Operasi Mohammad Dwinanuarto; Direktur Finansial dan Bisnis Galih MA Wibisono; Direktur Legal dan Sosmed Octavianus Tampubolon; Direktur Pertanian dan Kebun Dadang Gusnaya; Direktur Operasi PT Pos Indonesia Doni Maya; EVP Enterprise Bisnis Dino Ariyadi; SPV Courier and Logistic Operation Hany Sartana; serta EVP Regional II Jakarta Elan P.