Primarindo Asia Infrastructure Targetkan Penjualan Tumbuh 20% pada 2024

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Manajemen PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk (BIMA) menargetkan penjualan bersih tumbuh 20% menjadi Rp109,66 miliar pada 2024, dibanding realisasi penjualan Rp91,39 miliar  pada tahun 2023.

Seperti tergambar dalam materi paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/6/2024), manajemen Perseroan optimistis dapat mencapai target tersebut seiring dengan kerja keras seluruh karyawan dukungan semua pihak untuk mempertahankan kesinambungan usaha Perseroan ke depan.

Strategi yang bakal diterapkan Perseroan untuk menggapai target pertumbuhan penjualan, yakni melakukan efisiensi biaya, peningkatan promosi terutama melalui diskon harga, peningkatan penjualan online dengan bekerjasama dengan beberapa pengelola online store lain, diversifikasi produk, penambahan biaya iklan, peningkatan kualitas produk serta pengembangan ke segmen pasar lain.

“Dengan berbagai strategi tersebut, kami berharap kinerja keuangan Perseroan dapat meningkat pada 2024, “ tulis Direksi BIMA dalam materi paparan publiknya.

Hingga triwulan I 2024, BIMA membukukan penjualan Rp15,03 miliar, turun 3,8% dari Rp15,59 miliar pada triwulan I 2023. Beban pokok penjualan BIMA naik 16,42% menjadi Rp12,05 miliar pada triwulan I 2024, dari Rp10,35 miliar pada triwulan I 2023. Hal ini mengakibatkan, laba kotor BIMA anjlok 43,73% jadi Rp2,95 miliar pada triwulan I 2024 jika dibandingkan Rp5,24 miliar pada triwulan I 2023.

Saat ini, Perseroan memiliki sebanyak 230 outlet penjualan, berkurang sebesar  65 outlet jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 295 outlet penjualan di seluruh Indonesia. Menurut Direksi, sebagian besar outlet adalah counter yang merupakan hasil kerjasama dengan Department Store yang mempunyai kantor pusat di Jakarta maupun Department Store daerah.

PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk (BIMA) adalah emiten yang bergerak di bidang produksi sepatu olahraga serta pengolahan dan pembuatan bahan baku sepatu olahraga. Perseroan memulai produksi komersial tahun 1989. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, Intip 6 Saham Jagoan BNI Sekuritas Hari Ini! Ada INCO, ENRG dan BULL

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Sasar Pasar Global, Lovina Beach Brewery Ekspor Perdana Wiski Libarron ke Singapura

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Lovina Beach Brewery Tbk (SRTK)...

Pasar Keuangan Tertekan Imbas Ketidakpastian Global, Ini Strategi Investasi yang Dapat Dicermati

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pasar saham Indonesia masih berada dalam...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru