STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) berencana menawarkan Obligasi Berkelanjutan III PALM Tahap II Tahun 2026 senilai Rp939,026 miliar pada 24 dan 25 Februari 2026. Ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III PALM senilai total Rp5 triliun.
Berdasarkan prospektus tambahan rencana penawaran umum obligasi yang diumumkan Manajemen, Rabu 11 Februari 2026, obligasi PALM tersebut terdiri atas tiga seri, yakni seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp50 miliar berbunga tetap 5,70% per tahun dan jangka waktu 367 hari, seri B Rp325,110 miliar memiliki tenor tiga tahun berbunga tetap 7% per tahun, dan seri C Rp563,916 miliar dengan jangka waktu lima tahun dan bunga tetap 7,85% per tahun.
Bunga Obligasi PALM akan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan, dimana pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 3 Juni 2026. Sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi, masing-masing pada tanggal 10 Maret 2027 untuk Obligasi Seri A, tanggal 3 Maret 2029 untuk Obligasi Seri B, tanggal 3 Maret 2031 untuk Obligasi Seri C.
Seluruh dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya, sebesar Rp482 miliar untuk mendanai seluruh kewajiban Perseroan dalam rangka rencana pelunasan seluruh pokok Obligasi Berkelanjutan I Provident Investasi Bersama Tahap I Tahun 2023 (“Obligasi Berkelanjutan I Tahap I”) Seri B yang akan jatuh tempo pada tanggal 28 Maret 2026.
Sisanya untuk pembayaran dipercepat atas sebagian pokok utang Perseroan kepada United Overseas Bank Limited (“Bank UOB”) berdasarkan Perjanjian Fasilitas Kredit Bergulir sebesar US$75 juta tanggal 31 Agustus 2023, sebagaimana terakhir diubah dengan Perjanjian Amandemen dan Pernyataan Kembali Kedua Perjanjian Fasilitas Kredit Bergulir US$135 juta tanggal 29 Agustus 2025.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana Obligasi Berkelanjutan III PALM Tahap I Tahun 2026 adalah PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM, PT Sucor Sekuritas, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, dan PT KB Valbury Sekuritas, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai wali amanat. (konrad)
