PSAT Siapkan Enam Strategi Pertumbuhan di Tengah Tantangan Industri Batu Bara dan Logistik
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) menyiapkan enam strategi pertumbuhan untuk menghadapi tantangan industri pelayaran dan logistik yang masih dipengaruhi ketidakpastia...
Area operasional PSAT tersebar di berbagai wilayah strategis. Pemuatan utama berada di Kalimantan dan Sulawesi, sedangkan area pembongkaran mencakup Jawa, Bali, Sumatra, Sulawesi dan berbagai kawasan industri lainnya di Indonesia.
Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi perseroan setelah mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan kode PSAT melalui penawaran umum perdana saham atau IPO. Langkah tersebut menjadi fondasi untuk mendukung pertumbuhan perusahaan pada masa mendatang.
Sementara itu, Direktur Keuangan PT Pancaran Samudera Transport Tbk, Wendi Arifin, mengatakan perekonomian Indonesia pada 2025 tumbuh 5,1% secara year on year berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Namun, sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi 0,66% di tengah perlambatan aktivitas industri batu bara.
Produksi batu bara nasional turun dari 836 juta ton pada 2024 menjadi sekitar 790 juta ton pada 2025 atau berkurang sekitar 5,5%. Untuk 2026, produksi batu bara nasional diproyeksikan sekitar 600 juta ton atau lebih rendah sekitar 24,1% dibanding target produksi 2025.
Menurut Wendi, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas operasional pelanggan utama PSAT dan berdampak terhadap kebutuhan jasa transportasi logistik.
Di tengah tantangan tersebut, PSAT membukukan penjualan bersih Rp1,076 triliun pada 2025, naik 9,9% dibanding 2024 atau bertambah sekitar Rp96,6 miliar. Total aset meningkat 12% menjadi Rp1,68 triliun dari sebelumnya Rp1,5 triliun. Sementara ekuitas naik 9,9% menjadi Rp1,291 triliun dari Rp1,175 triliun.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...