STOCKWATCH.ID, Jakarta – PT Master Print Tbk (PTMR) berencana melakukan transformasi bisnis besar-besaran. Emiten ini akan mengubah fokus usahanya menjadi perusahaan holding. Langkah strategis ini mencakup penjualan seluruh aset hingga akuisisi perusahaan angkutan laut.
Berdasarkan keterbukaan informasi, PTMR akan menjual seluruh aktiva dan kewajibannya kepada PT Mitra Pack Tbk (PTMP). Nilai transaksi penjualan ini mencapai sekitar Rp102,18 miliar. Perjanjian induk untuk aksi korporasi ini telah ditandatangani pada 23 Januari 2026.
Selain menjual aset, perseroan juga berencana mengakuisisi 49% saham PT Samudera Layar Nusantara (SLN). Saham milik Darmawan Wangsa itu akan dibeli senilai Rp89,51 miliar. SLN merupakan perusahaan yang bergerak di bidang angkutan laut kargo dan penyewaan kapal.
Direktur PTMR, Edward Kusuma, menjelaskan langkah ini diambil untuk menyelaraskan lini bisnis dengan strategi calon pengendali baru. Saat transaksi berlangsung, Deep Source Pte. Ltd. akan mengambil alih pengendalian perseroan.
“Keuntungan yang diperoleh Perseroan dengan adanya Rencana Perubahan Kegiatan Usaha ialah dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang Perseroan, serta dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan para pemegang saham,” ujar Edward dalam dokumen keterbukaan informasi perseroan, dikutip Sabtu (24/1/2026).
Transformasi ini akan mengubah kegiatan usaha PTMR. Ke depan, perusahaan akan fokus pada aktivitas holding, kantor pusat, dan konsultasi manajemen lainnya. Sementara itu, operasional bisnis spesifik akan dijalankan oleh anak-anak usahanya.
Manajemen PTMR meyakini akuisisi SLN akan memperkuat posisi keuangan. Hal ini seiring dengan dikonsolidasikannya laporan keuangan SLN ke dalam perseroan. KJPP Syarif, Endang & Rekan menilai seluruh rangkaian rencana transaksi ini dalam kategori “Wajar”.
Aksi korporasi ini tergolong transaksi material dan transaksi afiliasi. Oleh karena itu, perseroan memerlukan restu dari para pemegang saham.
PTMR menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 Maret 2026. Manajemen mengimbau pemegang saham untuk hadir atau memberikan kuasa melalui sistem eASY.KSEI paling lambat 2 Maret 2026.
