6 Saham Kena Peringatan UMA, BEI Ingatkan Investor Lebih Waspada

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali merilis daftar saham yang masuk dalam pengawasan karena mengalami pergerakan harga tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA). Total ad...

6 Saham Kena Peringatan UMA, BEI Ingatkan Investor Lebih Waspada
Bacakan Artikel

Yulianto menegaskan, Bursa masih mencermati pola transaksi keenam saham tersebut. Investor pun diminta berhati-hati dalam mengambil keputusan. "Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi," tegasnya.

Peringatan UMA memang sering kali menjadi sinyal awal agar investor lebih waspada. BEI mengingatkan agar pasar tetap memperhatikan transparansi emiten dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi.

Harga Saham

Pada penutupan perdagangan saham di BEI, Rabu, 3 September 2025, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) mencatat kenaikan tajam. Saham emiten alat kesehatan ini ditutup di level Rp75 per saham, melesat 33,93% atau naik 19 poin dari posisi sebelumnya Rp56. Sepanjang hari, harga bergerak di kisaran Rp55 hingga Rp75 dengan volume transaksi 345,5 juta saham. Angka Rp75 menjadi level tertinggi MEDS sepanjang 2025, sementara posisi terendah tercatat Rp50 pada 2 Januari. Kapitalisasi pasar MEDS kini berada di kisaran Rp117,18 miliar.

Saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) juga ikut meroket. Harga saham ditutup di Rp158 per saham, naik 12,06% atau 17 poin dari penutupan sebelumnya Rp141. Dalam perdagangan, saham sempat menyentuh level tertinggi Rp185 dan terendah Rp152 dengan volume transaksi 113,98 juta lembar. Tahun ini, saham RMKO sempat berada di titik terendah Rp89 pada 21 April dan tertinggi Rp160 pada 14 Januari. Dalam 52 minggu terakhir, saham bergerak di kisaran Rp86 hingga Rp234. Kapitalisasi pasar saat ini sekitar Rp197,5 miliar.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: