Dolar AS Melemah! Penjualan Ritel April Bikin Pasar Kecewa?
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) โ Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) tergelincir pada penutupan perdagangan Kamis (15/5/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (16/5/2025) WIB. Pelemahan ini terjadi setel...
Komentar dari sejumlah pejabat The Fed juga menunjukkan bahwa mereka masih menunggu lebih banyak data sebelum mengambil keputusan terkait kebijakan moneter.
Ketua The Fed Jerome Powell dalam pernyataannya Kamis tidak menyinggung arah kebijakan suku bunga. Ia hanya menyampaikan bahwa pihaknya merasa perlu meninjau ulang pendekatan terhadap inflasi dan pekerjaan setelah pengalaman inflasi dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Gubernur Federal Reserve Michael Barr mengatakan ekonomi AS masih berada di jalur yang kuat. Ia menambahkan bahwa inflasi perlahan mulai mendekati target 2%, meskipun kebijakan perdagangan yang agresif masih menciptakan ketidakpastian terhadap prospek ekonomi.
Terhadap yen Jepang, dolar turun 0,73% menjadi 145,68. Sedangkan terhadap poundsterling, dolar juga melemah 0,23% menjadi US$1,329, menyusul pertumbuhan ekonomi Inggris yang lebih baik dari perkiraan di awal 2025.
Seiring meredanya ketegangan dagang, sejumlah broker besar seperti Goldman Sachs, JPMorgan, dan Barclays mulai memangkas proyeksi resesi AS serta memperhalus pandangan mereka terkait pelonggaran kebijakan The Fed tahun ini.
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...