IHSG Babak Belur, Investor Asing Kabur! Apa Kata BEI?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin terpuruk di awal 2025. Pada sesi pertama perdagangan Jumat (28/2/2025), IHSG ditutup di level 6.300,144. Indeks anjlok 185,304 poin a...
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menilai dinamika pasar bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Asia, Eropa, dan Amerika.
"Kalau dinamika di pasar, saya kira dari waktu ke waktu itu akan selalu ada. Itu adalah cerminan dari demand dan supply yang ada di pasar," ujarnya di Gedung BEI Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Namun, Jeffrey menegaskan BEI tidak dalam posisi untuk menganalisis penyebab turunnya IHSG.
"Kalau indeks itu kami yakini adalah mekanisme pasar. Jadi bursa tentu tidak pada posisi untuk menganalisis itu, ya itu adalah porsinya teman-teman analis," katanya.
Mengenai keluarnya dana asing, BEI tetap berupaya mendorong investor agar berinvestasi di pasar modal Indonesia dengan pendekatan rasional.
"Kami dari bursa terus mendorong agar investor berinvestasi di pasar modal Indonesia, tetapi tentunya dengan mengambil keputusan investasi secara rasional. Itu pesan kami," jelas Jeffrey.
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro