IHSG Sesi I Ditutup Melonjak 1,51% ke 6.430,154, Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/7/2026), di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 12.00 W...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/7/2026), di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 12.00 WIB, IHSG menguat 95,678 poin atau 1,51% ke level 6.430,154.
Sejak pembukaan perdagangan, IHSG bergerak positif. IHSG dibuka di level 6.346,616, kemudian menyentuh level terendah 6.338,244 sebelum terus menguat hingga mencapai level tertinggi 6.437,201 pada sesi I.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 34,810 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp11,898 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.755.997 kali.
Penguatan IHSG didukung dominasi saham yang menguat. Sebanyak 450 saham naik, sementara 166 saham melemah dan 177 saham lainnya bergerak stagnan.
Saham-saham yang menguat di sesi pertama di antaranya adalah CUAN naik 13,19% jadi Rp815 per unit. DEWA naik 10,45% jadi Rp486, BUMI naik 15,48% jadi Rp194, dan DSSA naik 3,87% jadi Rp940 per saham.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan