Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester I 2026
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengatakan hasil kinerja perseroan pada semester pertama tahun ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengembangkan sekaligus memonetisasi kawasan terintegrasi PIK2.
“Hasil kinerja CBDK pada semester ini mencerminkan kemampuan Perusahaan dalam terus membangun dan memonetisasi kawasan ekosistem terintegrasi PIK2. Di saat yang sama, perusahaan tetap berkomitmen untuk terus mengedepankan strategi pengembangan yang berkelanjutan di kawasan PIK2 agar tetap dipercaya dan dipilih sebagai lokasi strategis untuk ekspansi dan investasi jangka panjang para konsumen,” ujar Steven Kusumo.
Menurut dia, keberadaan NICE yang telah beroperasi dan pembangunan Hotel Hilton PIK2 akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang perseroan.
“Dengan telah beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dan pembangunan Hotel Hilton PIK2 yang berjalan sesuai dengan rencana, kami sedang membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang yang semakin kuat. Dengan berbagai pengembangan infrastuktur dan produk yang terus berjalan, kami optimistis PIK2 akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi bisnis dan pusat aktivitas ekonomi baru di kawasan pesisir utara Jakarta,” tutup Steven
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten