Konflik Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Meroket Hingga 7%
STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak signifikan pada akhir perdagangan Senin (20/4/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (21/4/2026) WIB. Kenaikan tajam ini dipicu oleh serangan terha...
Masa berlaku perjanjian gencatan senjata antara AS dan Iran akan berakhir pada minggu ini. Trump menilai serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial merupakan sebuah pelanggaran total terhadap kesepakatan damai tersebut.
Kondisi ini membuat rencana perundingan damai babak kedua di Pakistan menjadi tidak pasti. Trump sebelumnya menyatakan kedua belah pihak akan bertemu di Islamabad pada hari Senin.
Namun, pihak Iran memastikan tidak akan menghadiri pertemuan tersebut. Kantor berita resmi IRNA melaporkan alasan pembatalan kehadiran Iran. Blokade angkatan laut AS yang terus berlangsung menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi.
Lonjakan harga pada hari Senin membalikkan keadaan yang sempat tenang pada akhir pekan lalu. Sebelumnya, harga minyak sempat anjlok pada hari Jumat. Saat itu, Iran menyatakan Selat Hormuz telah terbuka sepenuhnya untuk lalu lintas komersial.
Sentimen positif tersebut ternyata hanya bertahan sementara. Donald Trump tetap menolak untuk mencabut blokade laut di pelabuhan Iran. Iran kemudian merespons dengan menyatakan selat akan tetap tertutup selama blokade belum dihentikan.
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street
- Harga Emas Dunia Kembali Berkilau, Ternyata Ini Penyebabnya
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%