Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
Sementara itu, adjusted EBITDA dalam 12 bulan terakhir (LTM) mencapai USD346,9 juta atau meningkat 6,4% dibanding tahun sebelumnya sebesar USD326 juta.
Total aset perseroan tercatat sebesar USD2,06 miliar hingga akhir Juni 2026. Total liabilitas mencapai USD1,16 miliar, sedangkan ekuitas meningkat 5,3% menjadi USD894,7 juta.
Pada bisnis kontraktor tambang dan tambang batu bara, pendapatan meningkat menjadi USD365,2 juta dari USD363,2 juta pada semester I 2025.
Segmen jasa mencatat pendapatan USD96,8 juta, turun 1,7% dibanding periode sebelumnya sebesar USD98,5 juta. Pendapatan segmen pabrikasi turun 12,6% menjadi USD15,2 juta dari USD17,4 juta. Sementara segmen lainnya membukukan pendapatan USD148 juta, turun 7% dibanding tahun lalu sebesar USD159,2 juta.
Di lini logistik, anak usaha perseroan berhasil memperoleh kontrak jasa logistik jangka panjang dari salah satu pelanggan utama kategori A-list. Kontrak tersebut dinilai memperkuat keberlanjutan operasional dan prospek bisnis grup pada masa mendatang.ย
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem