Laba CBDK Melejit 74% di Kuartal III 2025, Catat Rekor Tertinggi Sejak Berdiri
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatat lonjakan laba bersih sebesar 74% menjadi Rp1,4 triliun pada kuartal III 2025. Angka ini menjadi rekor tertinggi bagi perusahaan p...
Secara kuartalan, performa CBDK semakin impresif. Pendapatan kuartal III 2025 mencapai Rp1,1 triliun atau naik 43% dibanding kuartal sebelumnya. Laba kotor melonjak 79% QoQ dan laba operasi naik 90% QoQ. Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp794 miliar, meningkat 105% dari kuartal sebelumnya.
CBDK juga memperkuat portofolio aset strategis melalui pembangunan Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) dan Hotel Hilton Jakarta PIK2. Kedua proyek ini berkontribusi pada peningkatan aset tetap dan properti investasi sebesar 142% YoY.
Total land bank CBDK kini mencapai 705 hektare, menjadi cadangan pengembangan jangka panjang untuk memperkuat posisinya sebagai pengembang utama kawasan PIK2 di Tangerang, Banten.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengapresiasi kinerja gemilang tersebut. “Kami bersyukur atas pencapaian luar biasa yang diraih hingga kuartal ketiga tahun ini. Momentum positif pasca IPO, ditambah dengan serah terima proyek-proyek strategis di PIK2, menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba CBDK secara signifikan,” ungkapnya, di Jakarta, Selasa (4/11/2025)..
Ia menambahkan, peningkatan margin di seluruh lini mencerminkan fundamental bisnis CBDK yang semakin efisien dan kokoh. “Kinerja keuangan yang solid ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan dalam pengelolaan proyek, tetapi juga hasil dari strategi efisiensi operasional yang konsisten kami terapkan di seluruh aspek bisnis,” jelasnya.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...