Lampaui Target Menkeu Purbaya, Analis Prediksi IHSG 2026 Bisa Tembus 10.500
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan tahun 2026 dengan performa gemilang. Pada pembukaan perdagangan Jumat (2/1/2026), IHSG terpantau menguat di posisi 8....
Senada dengan pemerintah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta Utama, S.I.P., M.Si., CTA, CSA, memberikan proyeksi lebih tinggi. Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG pada 2026 berada pada 10.500. Angka tersebut melampaui target yang dipasang oleh Menteri Keuangan.
Pandangan lain datang dari Chory Agung Ramdhani selaku Customer Engagement & Market Analyst Departemen Head BRI Danareksa Sekuritas. Ia memandang pasar modal Indonesia pada 2026 berada dalam fase normalisasi dengan karakter selektif. Kinerja IHSG tidak lagi didorong oleh euforia likuiditas.
Menurut Chory, earnings quality dan konsistensi fundamental akan menjadi penggerak utama. Investor domestik diproyeksikan tetap menjadi motor penggerak IHSG. Hal ini seiring semakin kuatnya basis ritel aktif dan institusi lokal di tanah air.
Sementara itu, investor asing cenderung lebih selective buying. Mereka sangat sensitif terhadap dinamika global, terutama arah suku bunga dan risiko geopolitik. BRI Danareksa Sekuritas menetapkan target base case IHSG di level 9.440 dan bull case mencapai 9.820. Adapun untuk skenario bear case berada pada posisi 9.135.
Proyeksi tersebut menggunakan asumsi pertumbuhan EPS 2026 sekitar 8%. Valuasi P/E berada pada 14,2x yang merupakan rata-rata historis saham fundamental. Terdapat pula premi 40% untuk saham konglomerasi dan saham berpotensi masuk indeks utama.
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...