OJK Targetkan Aturan Free Float 15% Rampung Maret 2026, AEI Ingatkan Soal Kesiapan Pasar
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan aturan baru mengenai peningkatan porsi saham publik atau free float minimal 15% rampung pada Maret 2026. Langkah ini bertujuan memper...
Meski mendukung target 15%, Armand mengingatkan perlunya kehati-hatian dalam implementasi. Peningkatan free float sangat bergantung pada kemampuan pasar menyerap saham tersebut. Kesesuaian antara emiten dan investor menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini.
Armand, yang juga menjabat Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, berharap aturan baru ini memperbaiki tata kelola perusahaan (governance). Manajemen emiten diharapkan menjadi lebih baik dan transparan bagi para investor serta publik.
Pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh Pejabat Sementara Pemangku Jabatan Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik. Turut hadir pula Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna untuk mendiskusikan aspek teknis kesiapan para emiten.
โKita dari Asosiasi Emiten Indonesia mendukung penuh arahan-arahan dari pelaturan,โ ujar Armand Wahyudi Hartono.
Hasan Fawzi menegaskan proses revisi akan mempertimbangkan kesiapan pasar secara bertahap. Pihaknya berjanji akan memberikan saran dan arahan revisi segera setelah masa partisipasi publik berakhir.
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro