PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
Pada kuartal II-2026, PANI juga mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 63% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter on quarter/qoq) menjadi Rp1,8 triliun.
Sejalan dengan kenaikan penjualan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada kuartal II-2026 mencapai Rp1,1 triliun atau meningkat 89% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Dari sisi fundamental, perseroan membukukan posisi kas bersih (net cash) sebesar Rp3,9 triliun. Sementara total ekuitas meningkat 7% menjadi Rp33,7 triliun dibandingkan posisi akhir 2025.
Saat ini PANI mengelola cadangan lahan (land bank) seluas 1.809 hektare melalui 12 entitas anak. Nilai perolehan land bank tersebut mencapai Rp38 triliun yang berasal dari dana hasil rights issue dan non-preemptive rights issue dalam tiga tahun terakhir.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, menilai capaian semester I-2026 menjadi momentum penting yang semakin memperkuat posisi perseroan di industri properti nasional.
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten