Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 9% pada semester pertama tahun 2026. Nilai penjualan Perseroan mencap...

Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
Bacakan Artikel

Dari sisi pendapatan, Grup Produk Konsumen Bermerek (CBP) masih menjadi kontributor utama dengan total penjualan Rp41,74 triliun. Disusul oleh Grup Bogasari dengan Rp16,46 triliun, Grup Agribisnis sebesar Rp9,63 triliun, dan Grup Distribusi sebesar Rp3,91 triliun.

Seiring dengan kenaikan penjualan, Beban Pokok Penjualan juga meningkat 10,33% yoy menjadi Rp44,15 triliun pada semester I 2026 dari Rp40,01 triliun pada 2025. Perseroan juga mencatatkan kenaikan beban penjualan dan distribusi menjadi Rp6,85 triliun. Adapun beban umum dan administrasi naik menjadi Rp2,87 triliun.

Kenaikan biaya yang paling mencolok terlihat pada beban keuangan yang membengkak drastis 143,81% menjadi Rp5,38 triliun dari sebelumnya Rp2,21 triliun. Lonjakan ini terutama dipicu oleh rugi selisih kurs mata uang asing dari aktivitas pendanaan.

Melihat kekuatan neraca, total aset INDOFOOD per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp231,25 triliun. Angka ini tumbuh 6,09% dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp217,98 triliun.

Jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp106,53 triliun pada Juni 2026, meningkat dari Rp97,75 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total ekuitas Indofood juga menguat menjadi Rp124,71 triliun dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar Rp120,24 triliun.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2