Terungkap! Begini Strategi BCA Jaga Likuiditas Tinggi dan Suku Bunga Stabil
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menegaskan likuiditasnya dalam kondisi sangat baik. Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan, Loan to Deposit Ratio (LDR) Perseroan m...
Menurut Jahja, likuiditas yang baik juga tercermin dari suku bunga deposito di pasar. "Kalau kita lihat di pasar memang terjadi kenaikan-kenaikan suku bunga deposito. Ya artinya ini pasar sudah semakin ketat meskipun yang namanya pasar kan player beda-beda," ujarnya.
BCA juga berperan dalam mendukung pembangunan nasional melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN). "SBN, saya pikir SBN itu adalah jangka menengah panjang sebenarnya. Kesempatan untuk kita pertama, kalau lihat likuiditas kita sangat berlebih, maka kita ada room untuk menempatkan lebih dari setahun," kata Jahja.
Dengan berbagai strategi tersebut, BCA tetap fokus pada fungsi utamanya sebagai bank untuk memberikan kredit yang sangat profitable. "Karena apa bunga kreditnya, kemudian ada yang tadi saya katakan, tambahan-tambahan bisnis lain yang bisa meningkatkan income perbankan," jelas Jahja.
Dengan likuiditas yang sangat baik, BCA tidak merasakan ketatnya likuiditas di pasar. "Nah apakah BCA ikut merasakan adanya pengatatan? Ya karena likuiditas kita yang baik ya, kalau kita sebenarnya tidak merasakan," kata Jahja.
Namun, BCA tetap mempersiapkan strategi untuk menghadapi berbagai kondisi pasar. "Kita bisa tempatkan saat ini ke SRBI. Bersedia ada yang 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan. Tergantung proyeksi kebutuhan dana likuiditas kita. Nah itu kita tempatkan di situ," tandasnya.
- 1
- 2
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem