Wall Street Bervariasi: Indeks Dow Jones Cetak Rekor Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ€“ Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Kamis sore (2/7/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (3/7/2026) WIB. Indeks Dow Jones mel...

Wall Street Bervariasi: Indeks Dow Jones Cetak Rekor Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ€“ Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Kamis sore (2/7/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (3/7/2026) WIB. Indeks Dow Jones melonjak ke rekor tertinggi baru setelah investor merespons rilis data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan.

Mengutip CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York melonjak 594,83 poin atau 1,14% ke level 52.900,07. Angka ini merupakan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Indeks S&P 500 (SPX) naik tipis kurang dari 1 poin dan berakhir di posisi 7.483,24. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) merosot 0,8% menjadi 25.832,67.

Penurunan Nasdaq disebabkan oleh sektor semikonduktor yang kembali tertekan untuk hari kedua berturut-turut. ETF VanEck Semiconductor (SMH) anjlok 4,5%. Saham Teradyne memimpin pelemahan dengan penurunan 13,6%, diikuti KLA yang merosot 11,5%. Saham Nvidia juga terkoreksi 1,4% dan Micron turun 5,5%.

Anshul Sharma, Chief Investment Officer Savvy Wealth, memberikan pandangannya terkait pergerakan pasar. Ia menilai terjadi rotasi sektor dari yang sebelumnya sangat diminati investor.

โ€œIni merupakan potensi rotasi keluar dari sektor yang telah memanas selama beberapa bulan terakhir ke area lain, tetapi saya juga berpikir ada sedikit evaluasi ulang terhadap perdagangan AI itu sendiri,โ€ ujar Sharma. Ia mempertanyakan apakah biaya komputasi akan menjadi fokus utama perusahaan selanjutnya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: