STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) akhirnya angkat bicara terkait kabar yang beredar hangat di pasar modal. Emiten pelayaran ini menanggapi rumor mengenai rencana investasi atau akuisisi oleh Grup Sinar Mas. Penjelasan ini disampaikan manajemen menyusul pemberitaan di media massa yang dinilai tidak sepenuhnya lengkap dan akurat.
Isu tersebut mencuat dalam sesi tanya jawab pada paparan publik (Public Expose) perseroan yang digelar Senin (22/12/2025). Manajemen BULL merasa perlu meluruskan konteks jawaban yang dikutip oleh media. Pihak perseroan menegaskan posisi mereka terkait hubungan bisnis dengan grup konglomerasi tersebut.
Sekretaris Perusahaan BULL, Krisnanto Tedjaprawira, menjelaskan adanya hubungan historis finansial antara kedua belah pihak. Kerja sama pembiayaan memang sudah terjalin cukup lama.
“Dilihat dari historical financial, Grup Sinarmas melalui Bank Sinarmas telah mendukung pengembangan BULL sejak tahun 2018 sampai saat ini. Jadi, hubungan BULL dengan Grup Sinarmas melalui Bank Sinarmas sudah terjalin cukup lama tetapi tidak menutup kemungkinan kita akan berkolaborasi lebih lanjut di tahun-tahun ke depan,” ujar Krisnanto dalam keterangan resminya.
Sementara itu, Direktur BULL, Wong Kevin, memilih menahan diri untuk mengomentari rumor spesifik yang beredar. Ia menegaskan tidak dapat memberikan konfirmasi sebelum ada kesepakatan final. Namun, Kevin menekankan perseroan sangat terbuka terhadap berbagai opsi pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnis yang masif.
“Tentunya kalau mengenai itu kita mungkin tidak ada komentar apapun sebelum ada spesifik final atau apa, jadi itu kita totally no comment. Tapi, kalau kita lihat prospek usaha kami ke depan sangat material dan boleh dibilang transformational, karena itu segala kemungkinan untuk memastikan kita bisa merambah semua peluang ini secara optimal. Baik dari segi corporate action, dari segi pinjaman baru, maupun dengan strategic investor ataupun investment. Maka dari itu karena memang peluang kami itu sangat attractive, kami berkeyakinan bahwa kita bisa execute rencana overall plan kita,” jelas Kevin.
Selain isu Sinar Mas, manajemen juga sempat menyinggung kehadiran investor lain bernama Fortune Street Limited. Krisnanto menyebut entitas ini merupakan investor asal Hong Kong. Meski tidak dapat membuka identitas grup di belakangnya, ia membenarkan adanya minat investasi dari pihak tersebut.
BULL saat ini memang tengah gencar melakukan ekspansi bisnis. Perusahaan fokus mengembangkan empat pilar usaha utama. Pilar tersebut meliputi tanker minyak, pengangkut LNG, Floating Storage Regasification Unit (FSRU), serta Floating Production Storage and Offloading (FPSO).
Rencana besar ini tentu membutuhkan dukungan modal yang kuat. Manajemen BULL optimistis kinerja keuangan akan meningkat signifikan pada tahun 2026. Hal ini didorong oleh inefisiensi logistik global dan regulasi maritim baru yang menguntungkan tarif sewa kapal.
Manajemen BULL memastikan akan terus memegang prinsip transparansi. Seluruh informasi atau kejadian penting yang material akan segera diumumkan kepada publik dan pemegang saham sesuai aturan yang berlaku.
