Ramal IHSG Bergerak Sideways, BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasikan 'Beli' ADRO, AKRA, dan MDKA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Senin (26/1/2026). Dibuka pada level 8.967,728, IHSG menutup hari d...

Ramal IHSG Bergerak Sideways, BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasikan 'Beli' ADRO, AKRA, dan MDKA
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Senin (26/1/2026). Dibuka pada level 8.967,728, IHSG menutup hari dengan kenaikan 24,324 poin atau menguat 0,27% ke posisi 8.975,334.

Angka ini meningkat dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (23/1/2026) yang berada di level 8.951,010. Data perdagangan mencatat sebanyak 267 saham mengalami kenaikan harga. Namun, 428 saham justru melemah dan 110 saham lainnya tidak bergerak atau stagnan.

Meskipun indeks menguat, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) yang cukup besar. Nilainya mencapai Rp1,01 triliun di pasar reguler.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, RTA RSA AWP., menyebutkan pergerakan indeks cenderung terbatas. Kondisi ini terjadi seiring pelemahan saham-saham konglomerasi menjelang pengumuman rebalancing indeks MSCI pada awal Februari 2026.

Reza Diofanda mengatakan, tekanan eksternal turut membayangi pasar akibat ketidakpastian geopolitik global. Pelaku pasar juga bersikap wait and see menanti keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, pada pekan ini.

โ€œPenguatan IHSG terutama ditopang oleh saham-saham komoditas, khususnya emas, seiring harga emas dunia yang menembus USD 5.000 per troy ounce,โ€ ujar Reza dalam laporannya, Selasa (27/1/2026).

Menurut Reza, sektor komoditas, terutama emas, tetap menjadi pilihan defensif utama bagi para investor. Hal ini berkaitan dengan ketidakpastian global serta hasil rebalancing MSCI yang menggunakan metodologi terbaru.

โ€œSecara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak sideways dengan area support di 8.922 dan resistance di 9.035,โ€ tambahnya.

Dari sisi makroekonomi, pasar pekan ini mencermati rilis data ekonomi AS. Data tersebut meliputi Perubahan Ketenagakerjaan ADP Mingguan, Indeks Harga Rumah Case-Shiller, serta Indeks Keyakinan Konsumen CB.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: