STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (19/2/2026). Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi laju indeks komposit berpotensi menguat terbatas pada hari ini, Jumat (20/2/2026).
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Presiden AS Donald Trump memberikan tenggat waktu 10-15 hari untuk mencapai kesepakatan program nuklir Iran. Penempatan pasukan AS di Timur Tengah memicu kekhawatiran pasar akan terjadinya serangan sewaktu-waktu.
Kondisi ini mendorong harga emas merangkak naik ke rentang USD 5.000. Harga minyak mentah juga meningkat di atas USD 71 per barel. Terdapat kekhawatiran Iran akan menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui 25% lalu lintas minyak dunia. Jika penutupan terjadi, harga minyak dunia diproyeksikan melonjak hingga USD 120-150 per barel.
IHSG hari ini diprediksi bergerak pada rentang level support 8.200 dan resistance 8.360. Maximilianus memberikan penjelasan mengenai potensi teknikal pasar.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.200 – 8.360,” ujarnya.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG dibuka menguat di level 8.357,445. Namun, indeks berakhir melemah 36,146 poin atau turun 0,43% ke level 8.274,081 dari penutupan Rabu (18/2/2026) di posisi 8.310,227. Sektor basic materials tampil paling kuat dengan kenaikan 2,85%, sementara sektor technology merosot 1,16%.
Sentimen domestik datang dari hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Februari 2026. BI memutuskan mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%. Suku bunga Deposit Facility tetap 3,75% dan Lending Facility 5,50%.
Keputusan ini diambil untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak ketidakpastian global. BI fokus mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 pada level 2,5±1% dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kebijakan BI mempertahankan BI-Rate merupakan kebijakan moneter yang terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi,” jelas Maximilianus.
Dari sisi korporasi, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Meski penjualan turun menjadi Rp5,93 triliun, laba bersih perusahaan tumbuh tipis 0,78% menjadi Rp534,24 miliar. Sementara itu, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) resmi meluncurkan layanan 5G FWA dengan merek Internet Rakyat (IRA) yang menargetkan 5 juta pelanggan.
Melihat dinamika tersebut, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan ‘beli’ sejumlah saham pilihan untuk dicermati investor pada perdagangan hari ini:
- ANTM – BUY
- Last Price: Rp4.230
- Support: Rp4.000
- Resistance: Rp4.400
- Target: Rp4.390
- MINA – BUY
- Last Price: Rp384
- Support: Rp330
- Resistance: Rp444
- Target: Rp442
- NICL – BUY
- Last Price: Rp1.255
- Support: Rp1.175
- Resistance: Rp1.350
- Target: Rp1.335
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
