STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini menunjukkan tren positif. Nilai rata-rata transaksi harian hingga volume perdagangan tercatat mengalami kenaikan signifikan di tengah perubahan indeks saham.
Data BEI periode 23-27 Februari 2026 menunjukkan rata-rata nilai transaksi harian bursa melonjak 15,31%. Angkanya naik menjadi Rp14,91 triliun dari Rp12,93 triliun pada pekan sebelumnya.
Peningkatan juga dialami rata-rata volume transaksi harian sebesar 8,55% menjadi 51,02 miliar lembar saham. Meskipun frekuensi transaksi harian berkurang 3,72%, pasar tetap ramai dengan adanya delapan pencatatan efek baru berupa obligasi dan sukuk.
PT Indomobil Finance Indonesia mencatatkan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2026 senilai Rp2,5 triliun pada Rabu (25/2). Pada hari yang sama, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry turut mencatatkan obligasi dan sukuk dengan nilai pokok masing-masing Rp1,05 triliun dan Rp1,55 triliun.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan perdagangan pekan ini memang diramaikan oleh berbagai instrumen utang dari emiten besar. Hal ini memberikan pilihan investasi yang lebih beragam bagi para pelaku pasar.
“Pencatatan obligasi dan sukuk ramaikan BEI pekan ini,” ujar Kautsar dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami penurunan 0,44% ke level 8.235,485. Kapitalisasi pasar bursa juga terkoreksi 1,03% menjadi Rp14.787 triliun dibandingkan pekan lalu sebesar Rp14.941 triliun.
Sepanjang tahun 2026, investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp9,51 triliun. Khusus pada hari Jumat (27/2), investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp694,22 miliar.
